Panorama Negeriku

Panorama Negeriku
My country Indonesia

Jumat, 25 April 2008

Kerinduan Pada Sang Kekasih

Sepinya malam kian mencekam
Angin menari bak tusuk tulang
Nadi berdesir menembus relung hati
Di tengah kebisingan ku panggil nama-Nya
Ya Habibi ...
Ya Robbal alamin

Tangis berderai ditengah kerinduan
Resah nan desah nafas tak kuasa ku tahan
Intensi hati dalam keluh sanubari nan terhenti
Oh .. aku tau Kau melihatku .....
Pancaran sinar keagungan-Mu tak mampu kujangkau
Rasio pribadiku tak mampu menembus-Mu

Allahu Akbar .....
Allahu Akbar .....
Dalam hening Kau kurindu
Asosiasi rasa baur dalam kerinduan
Naluriku membisik, Kau ada didekatku
Aku serahkan hidup dan matiku pada-Mu
Padaku Engkau tentukan waktu

Untuk dapat kita bertemu
Tiap hari lima kali bersua
Refuktif Rahmat dan Rahim adalah milik-Mu
Argument antagonisme tak mampu kulakukan
Karena Engkaulah kekasihku
Engkaulah yang kurindu

Luapan segala rasa hanya untuk-Mu
Agitasi dengan-Mu adalah idealku
Hasrat hati tiada pernah kupungkiri
Ingkar diri tiada kuasa dalam realita
Ritme kerinduan mengalun memecah heningnya malam
Alunan suara hati tak tertahankan
Nurani hati, keluhan pasti

Berkumandang panggilan suci menggelegar
Esa adalah sifat kekasihku
Sulit tergapai oleh tangan efektual sekalipun
Uluran belas kasih kuharapkan dari-Nya
Kekasihku nan kekal abadi
Illahirobbi ......
Dialah kekasih hati



Nb : Dikutib dr sebuah majalah islam

Dibawa Tabir Kasih-Mu

Dipintu-Mu aku mengetuk
Inginkan ketegaran hati
Demi sebuah perjalanan hidup yang harus aku jalani

Ditabir kasih-Mu aku bersimpuh
Harapkan cahaya dan kasih-Mu
Harapkan keyakinan dari kebenaran-Mu
Untuk sebuah hati yang mulai goyah
Terseret benci dan dendam

Kepada-Mu aku kembali
Mencari makna dari belaian kasih-Mu
Yang terasa berat aku jalani
Terasa sakit bagi hati
Bebani jiwa yang terhempas oleh bias kehidupan

Ditabir kasih-Mu aku berdiri
Coba singkap tirai kasih yang Engkau beri
Caba resapi damainya hati
Dari semua anugerah Illahi

Ditabir kasih-Mu aku berjalan
Dalam kasih-Mu aku mencari
Sebuah hidup yang samar bagi diri



Nb : Ini adalah sebuah puisi yang menguatkan aku untuk mengambil keputusan besar itu.

Jumat, 18 April 2008

Awal Perjalananku

Siang itu .....
Dadaku terasa sesak saat temanku -Purwowati- mengatakan bahwa rok abu-abu yang dia miliki terlalu kecil sehingga lekuk tubuhnya terlihat. Aku mencoba mencari di almari UKKI SMUNITA, apakah ada rok yang cocok buat dia dan ternyata ..... semuanya habis tak tersisa. Aku terdiam didepan masjid sekolahku sambil memutar otak ... aha ... tiba-tiba mataku tertuju ke topi yang dikenakan ketua UKKI - Wahib namanya- tanpa ba..bi...bu... aku langsung menghampiri wahib dan minta ijin untuk meminjamnya barang sebentar. Mungkin kalian sudah tau apa yang akan aku lakukan saat itu.

Yup .... layaknya orang yang minta sumbangan aku menghampiri tiap anak yang ada dimasjid, kakak kelasku yang mulai berhamburan keluar untuk istirahat tak luput dari incaranku, "Sumbangan-sumbangan, InsyaAllah akan mendapat pahala jika ikhlas - jika ikhlas lho - ". Ada beberapa guru yang aku todong dan alhamdulillah mereka semua mau membantu. Saat itu dana yang terkumpul didalam topi itu mencapai 8.500 sedangkan harga roknya 12.000, diakhir pengumpulan dana tersebut ada seorang kakak kelas yang bernama "ROSIDA" menghampiriku, dia mau menggenapi dana tersebut hingga mencapai 12.000 - Alhamdulillah- .

Aku berlari ke masjid untuk meminta Widya agar berkenan membelikan rok buat Purwowati sekaligus mengembalikan topi yang aku pinjam ke Wahib. Setelah aku mengembalikan topi itu baru Wahib berkata "kamu nggak malu el ...?" aku hanya terdiam, seandainya dia tau kalau aku sangat malu tapi aku lebih malu lagi jika aku tidak melakukan apa-apa untuk temanku dan membiarkan dia mengenakan rok yang "seksi" itu.

Keesokan harinya aku sengaja datang lebih awal agar bisa mengajak Purwowati mencoba rok yang kami beli. Ternyata .... purwowati sudah mengenakan rok baru, katanya itu dari kakak kelas kami yang sudah keluar dari SMA. Ya Allah ... aku terlambat .... Aku kalah cepat dalam mengejar pahala dari-Mu ....
Langkahku sedikit melemah karena harus kembali membawa rok itu ke almari UKKI, ternyata disana aku bertemu dengan Mbak Rosida. "Kenapa dikembalikan ke almari dek ? apa nggak jadi diberikan ? aku hanya mengangguk. Tiba-tiba mbak rosida memegang tanganku sambil berkata " Dek, bukannya kamu juga ingin mengenakan jilbab ? Akan lebih baik jika adek simpan saja rok ini buat adek kalau dah siap mengenakan jilbab ? aku jadi tertegun mendengar apa yang dikatakan mbak Rosida. "Aku malu mbak, masak aku yang minta sumbangan e... roknya buat aku juga ..." sambil tersenyum mbak rosida berkata " bukankah teman kalian ikhlas jika dana tersebut dipergunakan untuk kebaikan ? siapapun yang menerima rok ini InsyaAllah tidak menjadi masalah " Lalu mbak rosida mengambil kembali rok yang aku simpan di almari UKKI dan diberikannya kepadaku. "Ya Allah ... apa ini sudah menjadi jalan-Mu ? setelah mengucapkan terima kasih aku langsung kembali ke kelas sambil membawa rok tersebut.

Sesampainya dirumah aku kembali memandangi rok dan kemeja putih yang aku punya saat itu, dalam hatiku berkata " kapan ya aku bisa mengenakan jilbab seperti muslimah yang lain ?" aduh .. aku lupa, ada PR yang belum aku selesaikan" bergegas aku masukkan kembali rok itu kedalam almari pakaianku.

Hari itu hari minggu, aku kembali memandang rok itu tiba-tiba timbul keinginan untuk silaturrahim ke saudaraku "Mbak Lina". Sesampai dirumah mbak Lina aku menyampaikan kegundahanku, beliau sangat mendukung dan hanya bisa memberi aku 1 jilbab putih - itu adalah jilbab pertamaku -. Dalam perjalanan pulang aku terus berfikir kapan kira-kira aku akan mulai mengenakan jilbab, Bismillah .... Insya Allah besok aku akan mengenakannya.

Pagi itu aku cukup gelisah, karena keinginanku untuk mengenakan jilbab sudah tak tertahankan lagi. Orangtua aku sejak awal tidak mengijinkan aku untuk mengenakan jilbab tapi aku harus memilih .....
Saat ayah berangkat kerja dan ibu berada di dalam kamar mandi, saat itulah waktu yang tepat untuk berangkat ke sekolah dengan atribut muslimahku. Teman-teman sangat senang dengan perubahanku dan aku sangat bahagia tapi tetap saja aku gelisah.... nanti klo pulang gimana ? ketahuan nggak ya ...?

Bel pulang berbunyi, aku jadi tambah gelisah. Banyak sekali andai-andai di dalam otakku (andai ketahuan gimana, andai ..... andai ..... dan andai .... )
Aah ...... aku jadi penat .....
Bismillah .... aku yakin Allah menjagaku ....
Sesampainya di halaman rumah aku langsung lewat pintu belakang, disana aku langsung masuk kamar mandi untuk berganti pakaian, Alhamdulillah .... aku bisa melaluinya. Hari kamis sore aku kembali gelisah bagaiman tidak ... aku tak punya seragam pramuka sama sekali ( mungkin ini yang disebut "NeKat") nggak lucu ya ... klo senin sampai kamis pake jilbab trus ... jum'at kembali mengenakan pakaian lengan pendek. Aku langsung meminta kakakku untuk mengantarkan aku ke rumah Dwi hanya sekedar untuk meminjam pakaian pramuka karena dia sudah mengenakan jilbab sejak kecil, na ... disitulah aku mulai ketahuan. Orangtuaku habis-habisan memarahi aku dan aku hanya bisa diam, selama dua bulan lebih orangtuaku bersikap sinis kepadaku karena keputusanku dan aku tetap bertahan.

Jum'at pagi aku berangkat dengan rok sepanjang mata kaki dan agak sempit. Atribut Pramuka tak terpasang di bajuku - maklum ... baju pinjaman - tapi hal tersebut tidak membuatku harus push up - Alhamdulillah -
Hari ini hari ke-2 aku mengenakan baju pinjaman ini, setelah sholat dhuha tiba-tiba wahib menghampiriku dengan membawa bungkusan. Allah .... wahib membawa baju pramuka yang sesuai dengan ukuranku dan tidak sempit, dia bilang klo ini adalah baju pramuka milik kakaknya. Aku tak tau apa yang disampaikan wahib sehingga kakaknya mau memberikan baju itu ke aku tapi, terlepas dari semua itu aku sangat bersyukur dan berterima kasih.

Terima kasih Allah atas cinta yang Engkau beri

Materi II Bahasa Arab


اِسْم عَلَمُ

ISIM 'ALAM (Kata Benda Nama)

Dalam golongan Isim, ada yang disebut dengan Isim 'Alam yaitu Isim yang merupakan nama dari seseorang atau sesuatu. Di bawah ini beberapa contoh Isim 'Alam (nama), bacalah dengan suara nyaring dan jelas satu persatu:

مُحَمَّد - آدَم - إِدْرِيْس - نُوْح - إِبْرَاهِيْم - إِسْمَاعِيْل - إِسْحَاق - يَعْقُوْب - يُوْسُف - مُوْسَى - سُلَيْمَان - يُوْنُس - عِيْسَى - مَرْيَم - خَدِيْجَة - عَائِشَة - فَاطِمَة - عُمَر - عُثْمَان - جِبْرِيْل - مِيْكَال - لُقْمَان - زَيْد - فِرْعَوْن - قَارُوْن - إِبْلِيْس - عِفْرِيْت - مَكَّة - مَدِيْنَة

Cari dan tuliskanlah Isim-isim Alam yang lain yang anda temukan dan ketahui!


مُذَكَّر - مُؤَنَّث

MUDZAKKAR (Laki-laki) - MUANNATS (Perempuan)

Dalam tata bahasa Arab, dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-laki) atau Muannats (perempuan). Penggolongan ini ada yang memang sesuai dengan jenis kelaminnya (untuk manusia dan hewan) dan adapula yang merupakan penggolongan secara bahasa saja (untuk benda dan lain-lain).

Contoh Isim Mudzakkar

Contoh Isim Muannats

عِيْسَى

(= 'Isa)

مَرْيَم

(= Maryam)

اِبْنٌ

(= putera)

بِنْتٌ

(= puteri)

بَقَرٌ

(= sapi jantan)

بَقَرَةٌ

(= sapi betina)

بَحْرٌ

(= laut)

رِيْحٌ

(= angin)


















Dari segi bentuknya, Isim Muannats biasanya ditandai dengan adanya tiga jenis huruf di belakangnya yaitu:
a) Ta Marbuthah ( ة ). Misalnya: فَاطِمَة (=Fathimah), مَدْرَسَة (=sekolah)
b) Alif Maqshurah ( ى ). Misalnya: سَلْمَى (=Salma), حَلْوَى (=manisan)
c) Alif Mamdudah ( اء ). Misalnya: أَسْمَاء (=Asma'), سَمْرَاء (=pirang)

Namun adapula Isim Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas.
Misalnya: رِيْحٌ (= angin), نَفْسٌ (= jiwa, diri), شَمْسٌ (= matahari)

Bahkan ada pula beberapa Isim Mudzakkar yang menggunakan Ta Marbuthah.
Contoh: حَمْزَة (= Hamzah), طَلْحَة (= Thalhah), مُعَاوِيَة (= Muawiyah)

Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal kosakata yang baru anda temukan!

مُفْرَد - مُثَنَّى - جَمْع

MUFRAD (Tunggal) - MUTSANNA (Dual) - JAMAK

Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:

1) ISIM MUFRAD (tunggal) kata benda yang hanya satu atau sendiri.
2) ISIM MUTSANNA (dual) kata benda yang jumlahnya dua.
3) ISIM JAMAK (plural) atau kata benda yang jumlahnya lebih dari dua.

Isim Mutsanna (Dual) bentuknya selalu beraturan yakni diakhiri dengan huruf Nun Kasrah ( نِ ), baik untuk Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats. Contoh:

Mufrad

Tarjamah

Mutsanna

Tarjamah

رَجُلٌ

= seorang laki-laki

رَجُلاَنِ

= dua orang laki-laki

جَنَّةٌ

= sebuah kebun

جَنَّتَانِ

= dua buah kebun

مُسْلِمٌ

= seorang muslim

مُسْلِمَانِ

= dua orang muslim

مُسْلِمَةٌ

= seorang muslimah

مُسْلِمَتَانِ

= dua orang muslimah

Adapun Isim Jamak, dari segi bentuknya terbagi dua macam:

1. JAMAK SALIM ( جمْع سَالِم ) yang bentuknya beraturan:

Mufrad

Tarjamah

Jamak

Tarjamah

اِبْنٌ

= seorang putera

بَنُوْنَ

= putera-putera

بِنْتٌ

= seorang puteri

بَنَاتٌ

= puteri-puteri

مُسْلِمٌ

= seorang muslim

مُسْلِمُوْنَ

= muslim-muslim

مُسْلِمَةٌ

= seorang muslimah

مُسْلِمَاتٌ

= muslimah-muslimah

2. JAMAK TAKSIR (جَمْع تَكْسِيْر ) yang bentuknya tidak beraturan:

Mufrad

Tarjamah

Jamak

Tarjamah

رَسُوْلٌ

= seorang rasul

رُسُلٌ

= rasul-rasul

عَالِمٌ

= seorang alim

عُلَمَاءُ

= orang-orang alim

رَجُلٌ

= seorang laki-laki

رِجَالٌ

= para laki-laki

اِمْرَأَةٌ

= seorang perempuan

نِسَاءٌ

= perempuan-perempuan

Ingat, jangan melangkah ke halaman selanjutnya sebelum mengerti pelajaran di atas dan menghafal semua kosa kata yang baru anda temukan!

Selamat Belajar ...

Kamis, 17 April 2008

Bejalar Bahasa Arab


أَقْسَامُ الْكَلِمَةُ
PEMBAGIAN KATA

Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:

1. Satuan bunyi yang disebut "huruf" atau "abjad".

Contoh: م - س - ج - د

2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut "kata".

Contoh: مَسْجِدٌ (= masjid)

3. Rangkaian kata yang mengandung pikiran yang lengkap yang disebut "kalimat".

Contoh: أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ (= saya shalat di masjid)

Dalam tata bahasa Arab, "kata" dibagi ke dalam tiga golongan besar:

1. ISIM ( اِسْم ) atau "kata benda". Contoh: مَسْجِد (= masjid)

2. FI'IL ( فِعْل ) atau "kata kerja". Contoh: أُصَلِّيْ (= saya shalat)

3. HARF ( حَرْف ) atau "kata tugas". Contoh: فِيْ (= di, dalam)

Penggunaan istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas dalam tata bahasa Indonesia, tidak sama persis dengan Isim, Fi'il dan Harf dalam tata bahasa Arab. Namun bisalah dipakai untuk sekadar mendekatkan pengertian.

Terima Kasih Kesalahan

Membaca judul di atas, dapat diperkirakan akan membuat kening anda berkerut selaras diikuti dengan pertanyaan, “Apa maksudnya penulis membuat judul demikian? Ya, judul di atas memang demikian. Tidak salah. Alasannya, bahwa banyak peristiwa yang terjadi pada diri kita berasal dari kesalahan namun bisa membuat kita bahagia pada akhirnya. Artinya, kesalahan bisa berubah menjadi kunci untuk meraih kesuksesan dan keberhasilan. Contoh yang paling ramah dalam kehidupan kita, yaitu saat pertama kali belajar jalan. Nyaris tidak ada seorang pun manusia saat pertama kali berjalan tidak terjatuh dan tidak melakukan kesalahan. Karena kesalahan tersebut membuat ia terus berusaha untuk tidak salah, dan akhirnya dapat berjalan dengan baik.

Tapi, acapkali paradigma kita mengklaim bahwa salah selalu berkonotasi negatif dan layak mendapatkan hukuman. Alasannya, hanya karena kita selalu menilai secara langsung terhadap hasil yang dicapai dan berpegang pada sifat manusia yang ingin sempurna. Padahal, sejarah membuktikan bahwa manusia ada di bumi ini juga disebabkan kesalahan. Benar, kisah nabi Adam dan buah khuldi adalah sejarahnya. Hanya gara-gara terbujuk rayun iblis untuk memakan buah khuldi, membuat Nabi Adam dan Siti Hawa terusir dari surga. Ini kesalahan, bukan? Tapi, kesalahan inilah yang menyebabkan nabi Adam berusaha memohon ampunan Allah. Skenario Allah pun menunjukkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Adam as. berhasil meraih “kesuksesan” ampunan Allah setelah melakukan kesalahan dan terus bertobat. Jadi, tidak benar bahwa salah itu selalu berkonatasi negatif dan seakan-akan tidak dapat berubah. Bukankah memang kodrat manusia menjadi tempat salah dan lupa (mahalul khata’ wa nisyan)?

Memahami Defenisi Salah

Andaikan belum bisa merubah paradigma bahwa salah tidak statis berkonotasi negatif. Alangkah baiknya jika segera memahami defenisi salah. Menurut Daryanto S.S. salah adalah lawan dari benar (1997). Jadi, salah bukan berarti tidak dapat berubah menjadi benar. Salah bisa berubah menjadi benar, jika terus berusaha merubahnya diiringi dengan mangasah kemampuan untuk bisa menjadi benar. Andaikan salah tetap dinilai dengan konotasi negatif dan tidak dapat ‘disulap’ menjadi benar, akan lahir sifat hipokrit dimuka bumi ini. Yaitu, sifat bermuka dua: sering melakukan kesalahan sembunyi-sembunyi dan tidak mau mengakuinya di depan publik. Inikan sangat berbahaya, bukan?

Sekali lagi, kesalahan dapat ‘disulap’ menjadi kesuksesan atau keberhasilan. Bahkan begitu banyak bukti sejarah menjelaskannya. Misalnya saja kesalahan Gutenberg, penemu mesin cetak. Andaikan Gutenberg tidak melakukan kesalahan saat itu, mungkin saat ini kita akan cukup kelelahan jika ingin membuat selebaran atau mencetak buku. Pada mulanya, orang-orang mencetak lembaran tulisan dengan diukir pada sebuah papan kayu. Yaitu, huruf-huruf diukir dengan terbalik, lalu diolesi tinta. Setelah tinta rata pada permukaannya, papan itu ditekankan pada lembaran-lembaran kertas. Suatu ketika, Gutenberg mengukir sebuah balok kayu dengan serius. Ia hanya perlu mengukirkan beberapa huruf lagi sebelum menyelesaikan ukiran untuk satu halaman. Ternyata, ada satu huruf yang salah. Ghalibnya, kesalahan satu huruf mengharuskan untuk mengulang ukiran dari awal pada sebuah kayu yang baru. Tapi, Gutenberg mencoba berpikir untuk mencari jalan lain yang mungkin lebih ringan. Ia mencoba mencungkil huruf yang salah dan menggantikannya dengan huruf yang benar, yang ia buat pada sebuah keping kayu kecil. Gara-gara keping kayu kecil itu ia akhirnya mempunyai ide untuk membuat lembaran tulisan tidak perlu lagi mengukir tulisan pada balok kayu baru, tapi ia tinggal menggabungkan keping-keping huruf dan mencopotnya kembali ketika selesai mencetak. Dengan kemajuan jaman, akhirnya berubah dari keping kayu menjadi keping logam, hingga akhirnya tercipta mesin linotype.

Langkah “Menyulap” Kesalahan

Lantas, langkah apa saja yang harus dilakukan setelah kita melakukan kesalahan? Hanya tiga langkah yang segara kita lakukan agar dapat menulap kesalahan dan segera mendapatkan kesuksesan. Pertama, Akui kesalahan. Mengakui kesalahan merupakan bukti bahwa ada potensi untuk tidak melakukan lagi. Potensi ini cukup prima untuk mengarahkan diri menjadi manusia sukses. Lihat Thomas Alfa Edison.1.500 kali ia melakukan kesalahan hingga akhirnya menemukan bola lampu. Dengan berkali-kali salah, ia memiliki potensi untuk tidak salah ditempat yang sama dan selalu menjadikan tempat kesalahan itu sebagai jembatan untuk menemukan bahan yang pas untuk menghasilkan sebuah lampu. Kedua, maafkan kesalahan. Artinya, jika kesalahan terjadi, segara memaafkan. Tidak perlu menjadi rakyat Jepang, saat salah langsung menghukum diri dengan menghilangkan nyawa. Allah saja Maha Pemaaf, kenapa kita tidak? Perhatikan kembali bagaimana Nabi Adam As diberi kemaafan oleh Allah akibat kesalahannya. Setelah itu, tidak sedikit pun Nabi Adam melakukan kesalahan. Karena Ia tahu bahwa kesalahan yang lalu telah membuat dirinya tersiksa. Dan setelah mendapatkan ‘kesuksesan’ maaf ia tidak menyalahkan dirinya terus menerus tapi semangat untuk terus menjaga dirinya untuk tidak salah lagi. Dengan kata lain, nabi Adam as. juga memaafkan dirinya sendiri. Ketiga, install ulang diri kita. Meminjam istilah Rheinal Kasali dalam bukunya yang berjudul ”Change”, “Sejauh apapun kamu melangkah, berbaliklah!”. Menarik, bukan! Hidup ini bukan seperti main catur. Setelah melangkah tidak boleh mengulanginya lagi. Dalam hidup ini cukup banyak fasilitas yang bisa membuat hidup dapat bahagia dan sukses. Cari dan install diri untuk mendapatkan fasilitas itu. Masih segar dalam ingatan kita petinju yang bernama Muhammad Ali. Sebelum Islam, ia terkenal sebagai orang yang arogan. Setiap kali dapat menumbangkan lawannya, ia selalu berteriak, “Akulah yang Agung!” Ia selalu menjelma menjadi manusia angkuh. Setelah masuk Islam, ia berubah 180 derejat. Ia segera menginstall dirinya dengan ‘program-program’ yang ada dalam Islam. Ia rubah sikap arogannya menjadi sikap rendah hati. Ia selalu abdikan dirinya untuk kesejahteraan manusia. Ia sumbangkan kekayaannya untuk membantu orang-orang yang menderita.

Karena itu, ayo kembali semangat hidup. Jangan terus menyesali kesalahan yang terjadi dan jangan nilai salah dengan paradigma yang semu. Salah bisa ‘disulap’ menjadi kesuksesan. Kesalahan bukan ditempat yang sama bukanlah kegagalan, tapi hanya langkah untuk meraih ‘bahan’ kesuksesan. Don’t judge the book from its cover.

Oleh : H. Rahmat Hidayat Nasution, Lc


Selasa, 15 April 2008

Anugerah terindah itu


Alhamdulillah Allah memberi aku anugerah indah itu, aku diberi kenangan mas kecil yang sangat indah. Saat usiaku 3 tahun harusnya aku hanya berfikir tentang bermain, bermain dan bermain tapi kenyataannya aku lebih dewasa dibanding teman sebayaku. Aku sangat tertarik dengan ilmu agama sejak kecil, aku sering sembunyi di kolong tempat tidur hanya sekedar mendengarkan bacaan sholat ayah dan nenekku. Terkadang aku mengintip ayahku yg sholat hanya sekedar menghitung jumlah raka'at nya. Saat itu aku malu bertanya ke ayahku dan hanya nenekku tempat aku bertanya. Aku diajarkan bacaan sholat dan gerakannya, doa sehari-hari dan selalu mendapat dongeng sebelum tidur tentang paman dan anak nenek yg tergolong santri.

Kedekatanku dengan nenek membuat aku semakin tertarik akan ISLAM, walaupun aku masih kecil tapi dalam benakku sudah banyak sekali pertayaan yg timbul tentang Islam. Nenekku sering tersenyum mendengar celotehanku saat aku bertanya kenapa orang Islam harus sholat, kenapa harus berwudhu dulu sebelum sholat, kenapa begini .... dan kenapa begitu ....
Dengan sabar nenekku menjelaskan semuanya dan selalu mengajakku melakukan ritual agama secara bersama-sama mulai dari sholat, hafalan surat pendek dan hafalan doa keseharian.

Aku masih ingat sholat pertama yang aku lakukan sendiri, saat itu usiaku 4 tahun. Setelah sholat maghrib aku langsung menangis sejadi-jadinya, seisi rumah langsung menghampiriku ... duh malunya aku karena tidak bisa melepas mukena terusan yg aku pakai. Saat itu aku merasa diriku terperangkap didalam mukena berputar-putar dan aku takut sekali. Setelah kejadian itu aku tak mau lagi sholat sendiri - takut nggak bisa keluar dari lilitan mukena :) -

Ibu melihat ketertarikanku akan Islam sehingga memanggilkan kami guru ngaji privat. Kami semua sangat senang karena bisa belajar bersama. "Mina" nama guru ngajiku, beliau tinggal tidak jauh dari rumahku. Keseharian beliau selain mengajar ngaji juga jualan Soto Ayam, tak lama setelah itu beliau menikah dan harus ikut suaminya ke Tuban. Kami cukup kehilangan sampai akhirnya ibu mendaftarkan kami belajar mengaji di UNSURI. Disana aku termasuk murid termuda karena yg belajar disana ibu-ibu dan bapak-bapak. Aku sering merajuk ke guruku lantaran ingin minta tambahan waktu buat membaca Qur'an, hal itulah yang membuat teman-temanku semakin GeMes denganku.

Saat penerimaan Raport semesteran di UNSURI aku cukup gelisah karena selama ini aku jarang belajar tapi ternyata nilaiku A semua dan aku mendapatkan peringkat 1. Heran campur binggung saat diumumkan didepan kelas, aku berjalan kedepan kelas untuk mengambil raportku ternyata ..... "tidak semudah itu" jawab guruku sambil tersenyum aku tambah bingung, aku diminta untuk memberikan sepatah dua patah kata atas prestasiku, na ... lho .... aku jadi tambah malu. Karena prestasiku itu aku langsung naik dua tingkat sehingga kelas kami mulai berbeda untuk semester berikutnya. Tak henti-hentinya aku bersyukur atas semua itu, ternyata usia tidak membatasi kita untuk belajar.

Nenek ..... Ibu ... terima kasih atas bantuanmu dalam mengarahkan aku. Aku tau, walaupun kalian tak pandai dalam ilmu agama tapi kalian ingin kami mengerti tentang Islam. Kalian berdua adalah anugerah terindah dari-Nya untukku. I love U mbah .... I love U Ibu ......