Panorama Negeriku

Panorama Negeriku
My country Indonesia

Kamis, 12 Mei 2011

Perubahan Besar

Dalam hidup ini selalu terjadi perubahan, baik besar maupun kecil.
Saat kita masih didalam rahim ibu kita, kita berangsur angsur menjadi lebih baik selama 9 bln.
Saat kita lahir ke dunia ini, kita setahap demi setahap tumbuh semakin besar dan cerdas.
Subhanallah .... semua itu karena kebesaran ALLAH SWT semata

Tanpa kita sadari, langkah kecil dalam hidup kita adalah awal sebuah perubahan yang besar. Bagaimana tidak, dengan kita memberanikan diri melangkahkan kaki kita untuk membuat sebuah keputusan walaupun kecil akan berpengaruh terhadap perubahan dalam hidup kita.
Sebuah kegagalan bukanlah mutlak sebuah kerugian, mungkin saja kegagalan itu adalah awal kesuksesan yang tertunda. Tapi orang cenderung menganggap sinis terhadap sebuah kegagalan, apakah mereka lupa .... saat kita masih kecil saat kita belum bisa berjalan, kita melewati beberapa tahapan dan itu tak lepas dari sebuah kegagalan. Saat belajar berdiri, berapa kalikah kita terjatuh ??
Saat belajar berjalan, seberapa seringkah kita terjatuh ?
Tapi .... saat kita jatuh, kita tak pernah mengeluh. Kita kembali bangkit dan mencoba terus walaupun kita tau akan kembali jatuh dan akhirnya kita bisa berjalan, berlari .....

KEGAGALAN bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, bukanlah sesuatu yang hanya pantas dipandang sebelah mata, karena dengan adanya kegagalan itu kita semakin tau letak kelemahan kita dan akan terus mencoba menjadi insan yang lebih baik.
Kita harus berubah, dan mau berubah. Jika kita tidak mau berubah maka kita yang akan tergerus oleh perubahan zaman. Jangan biarkan zaman menggerus kita, kita harus mampu menorehkan sesuatu yang terbaik dalam hidup kita, agar kelak bisa kita bacakan kisah kita dalam sebuah dongeng penuh hikmah.
Semangat ......

Kamis, 05 Mei 2011

PENGINGAT

Assalamu'alaikum

Subhanallah .....
Kembali diingatkan oleh Allah SWT akan amalan-amalanku. Begitu indah cara Dia menginggatkan, membuat aku terus belajar akan semua itu. Kejadiannya terjadi saat aku mendapatkan amanah untuk menjadi bendahara Pembangunan Masjid Pondok Pesantren tempat aku bekerja. Kebetulan pondok kami saat itu mendapatkan bantuan dari WAMY untuk membangun masjid, walaupun dananya terbatas tapi kami semua bersemangat mewujudkan terbangunnya masjid. Awalnya semuanya berjalan lancar, tiba-tiba ...... DAR ......petir menyambar begitu kerasnya hingga saluran listrik ditempat kami padam. Setelah listrik kembali menyalah, aku mencoba kembali membuka file penghimpunan dana masjid, Astaghfirullah ...... datanya hilang semua..... kepanikan langsung menyerangku. Bagaimana tidak, data ummat yang hilang.

Alhamdulillah beberapa minggu yang lalu aku sempat melaporkan semua data ke salah satu panitia pembangunan masjid, sehingga itu mampu mengurangi kepanikanku. Beberapa hari aku harus kembali mengingat-ingat beberapa transaksi yang hilang.
Dalam kekalutanku aku hanya bisa berdoa " Ya Allah ..... data keuangan masjid hilang, ada beberapa transaksi yang hilang, bantu aku Ya Allah. Selama aku membawa dana tersebut tak sedikitpun aku campur dana tersebut dengan dana yang lain. Engkau saksiku Ya Allah ...... bantulah aku melewati semua ini.
Berhari - hari aku mencoba mencari data yang hilang sambil berfikir, apa amal ibadahku kurang ??? Ya Allah ..... Ampunilah aku jika memang ternyata amal ibadahku berkurang.

Kejadian ini sempat aku sampaikan ke bagian keuangan yayasan dan pelaksana proyek pembangunan masjid dan Alhamdulillah ternyata mereka mensupport aku agar lebih sabar dan percaya bahwa pertolongan Allah pasti datang.
Satu bulan setelah kejadian itu, kami bertiga (saya, keuangan yayasan & pemimpin proyek) harus membuat LPJ. Alhamdulillah .... setelah data kami bertiga kami satukan ternyata cocok dan tidak ada kekurangan. Ya Allah ...... terima kasih atas bantuan-MU. Aku akan menjadikan ini pelajaran yang berharga.

Senin, 03 Januari 2011

Kekuatan Doa

Seberapa sering kita berdoa ......?
Seberapa banyak doa kita terjawab .........?
Seberapa sering kita berputus asa akan doa yang telah kita panjatkan ........?
Seberapa yakin kita bahwa doa kita akan terjawab ........?

Aku yakin salah satu pertanyaan itu sempat menghinggapi pikiran kita. Apalagi setelah beberapa kali kita berdoa, bisa jadi timbul pertanyaan ini :
Kok Allah nggak mengabulkan doaku ya ...... ????
Kapan ya kira-kira Allah mengabulkan doaku ......????

Saat aku masih kecil, yang aku tau klo kita menginginkan sesuatu kita tak boleh berhenti berdoa dan berusaha. Aku masih ingat betul saat aku kelas 4 SD, aku sangat berharap bisa juara I karena selama ini aku hanya juara 2 & 3. Dalam setiap sholat aku minta "Ya Allah .... aku ingin bisa juara I". Aku juga melakukan beberapa amalan saat itu, berdzikir sebanyak 3000 kali dalam sehari tentunya disertai dengan semangat belajar yang kuat. Alhamdulillah ..... akhirnya aku bisa meraih mimpiku.

Begitu juga saat aku menginjak masa SMA, tentunya saat itu banyak sekali godaan bagi remaja. Mulai dari fashion, pacaran, gaya hidup yang glamor, dll . Untungnya aku terus memegang prinsipku, masa SMA adalah masa untuk mencari ilmu dan memperbanyak saudara. Dalam hal ini bukan berarti aku tidak merasakan "C I N T A" . Aku sempat tertarik dengan kakak kelasku yang menjabat sebagai ketua OSIS, gimana nggak tertarik lha wong anaknya tinggi besar, kulitnya sawo matang, pribadinya bagus, aktif berorganisasi dan cerdas. Tapi aku kembali bersyukur (Alhamdulillah) karena aku memiliki kakak kelas yang selalu mengingatkan aku akan besarnya "C I N T A Allah" kepada kita. Karena itu aku bisa mengesampingkan egoku dan mengubur dalam-dalam rasa itu. Untuk mengobati hati ini aku terus berdoa, berharap jodohku kelak akan seperti yang aku harapkan. Aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Alhamdulillah .... tahun 2010 Allah mengabulkan doaku semasa SMA, Allah memberi aku pendamping yang terbaik.

Dari begitu banyak pengalaman hidupku, aku sadar bahwa setiap doa kita akan terkabulkan jika kita berdoa dengan tulus, bersabar dan terus berusaha. Tinggal menunggu waktunya saja, saat kita mendapatkan nikmat dalam hidup ini, mungkin itu adalah buah dari doa kita atau doa dari orang yang menyayangi kita. Jangan berputus asa dalam berdoa dan terus berusaha tanpa putus asa.
Semoga kisahku bermanfaat karena aku hanya bisa berbagi ilmu dalam tulisanku selain berdoa.
Jangan pernah jenuh untuk berdoa dan tetap bersemangat. Chaiyo ........

Belajar dari ketakutan

Bismillah .....
Kalimat itu yang selalu aku ucapkan saat melakukan sesuatu - walaupun terkadang sesekali lupa :) tentunya tanpa sengaja. Kali ini aku ingin menceritakan tentang pengalaman belajar yg menyenangkan dan cukup efektif bagiku. Sore itu aku tanpa sengaja melihat chanel TV yg memuat kisah tentang Islam KTP, kisahnya lucu, menggemaskan dan penuh hikmah. Ada adegan yg membuat aku langsung tersadar akan tabungan amalku. Saat itu ada seorang pencopet yg mencari Allah dan di akhir kehidupannya dia bisa tersenyum dengan lepas saat akan melakukan sholat dhuhur disebuah musholla.

Dari adegan itu aku mulai merasakan ketakutan akan siksa Allah yang teramat pedih. Aku sadar akan semua dosaku yang teramat banyak dan mungkin tak akan bisa ditulis walaupun air samudra menjadi tintanya. Aku hanya bisa terduduk lemas dalam sholatku, membayangkan bagaimana akhir kehidupanku. Dalam doaku aku menangis sejadi-jadinya berharap agar Allah berkenan memaafkanku, berkenan menuntunku dan selalu menjaga hatiku agar tak lepas dari-Nya. Aku yakin bahwa ajal tiap manusia pasti datang tanpa terkecuali aku dan semua itu sudah ditentukan.
Ketakutan itu semakin besar saat aku akan berangkat tidur, takut jika aku tak akan pernah bangun lagi.
Aku takut saat waktu itu tiba aku belum menyiapkan semuanya.
Aku takut saat waktu itu tiba nikmat keimanan ini diambil pemiliknya.
Aku takut saat waktu itu tiba aku belum berbuat banyak untuk ummat dan jalan dakwah ini.
Aku takut saat waktu itu tiba aku belum bisa membahagiakan orang tuaku
Aku takut saat waktu itu tiba aku belum bisa menyiapkan bekal untuk keluargaku
Begitu besar ketakutanku
Aku takut, aku takut, aku takut ya Allah .....
Walaupun sebenarnya aku rindu bertemu dengan Engkau
Aku ingin mengakhiri hidup ini dengan senyuman
Senyum keikhlasan karena telah menuntaskan semuanya secara maksimal

Aku sadar bahwa aku hanya seorang hamba yang penuh dengan dosa, aku hanya bisa meminta dalam doa dan terus berusaha tanpa putus asa. Semoga Allah mendengar doaku dalam setiap nafasku. Aku tak akan menyerah ..... aku akan berusaha semampuku untuk terus menjadi lebih baik, aku akan belajar mengesampingkan egoku. Aku yakin Allah akan selalu bersamaku dan dekat denganku selama aku terus mengingat-Nya dalam setiap desah nafasku. Aku berharap hidupku lebih berarti, lebih berwarna dan lebih ceria dari yang aku bayangkan. Dalam doaku ..... aku berharap Allah senantiasa merakhmatkan nikmat iman dalam hidupku. Amin

Rabu, 27 Oktober 2010

Resep Stik Ubi Kopi


Resep Stik Ubi Kopi

Bahan membuat Stik Ubi Kopi :

  • Ubi manis 100 gram, kukus hingga matang, haluskan

  • Tepung tapioka 200 gram

  • kopi instan 2 sendok teh

  • Gula halus 4 sendok teh makan

  • Telur ayam 1 butir

  • Air 25 ml, sesuaikan

  • Minyak goreng 500 ml

Cara Membuat Stik Ubi Kopi :

  1. Campur ubi manis, tepung tapioka, kopi instan dan gula halus campur hingga rata.

  2. Masukkan telur ayam, tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan dapat di bentuk.

  3. Tipiskan adonan dengan rolling pin diatas selembar plastik

  4. Potong potong adonan dengan lebar 1 cm. Masukkan adonan dalam minyak dingin.

  5. Goreng diatas api kecil hingga stik ubi matang. Angkat dan tiriskan. Sajikan

Untuk 400 gram



Kamis, 03 Desember 2009

Masihkah ada ruang dihatimu .....???

Pagi itu aku melakukan rutinitasku seperti biasa, mengantar kakak kerja dan tak lupa mampir di pom bensin karena bensin dah nipiiiiis banget. Aku melihat sosok anak laki-laki yang beranjak remaja, Didin namanya. dia asyik menawarkan barang dagangannya kepada para pengguna jalan. Semakin aku lihat, semakin aku ingin tau banyak tentang dia.

Kenapa anak seusia dia mau berjualan koran dijalan ?
Kemauan sendiri atau atas perintah orang lain ?

Aku mencoba menyelami anak jalanan seperti dia. Ternyata aku tau banyak hal
1. Tidak semua anak jalanan menakutkan
2. Tidak semua anak jalanan tidak berpendidikan
3. Tidak semua anak jalanan berada dijalanan karena kemauan mereka
4. Tidak semua anak jalanan miskin

Aku bersyukur bisa mengenal didin dan temannya yang sangat bersahaja. Ternyata ..... temannya didin bukan dari keluarga kurang mampu, dia jualan koran dijalanan karena ingin merasakan bagaimana mencari uang. Berbeda dengan didin, dia berada dijalanan agar bisa meneruskan sekolahnya. Mungkin masih banyak anak yang bernasib sama seperti didin atau mungkin lebih parah kondisinya. Seandainya aku bisa memohon kepada-Mu ... ijinkan aku menjadi lebih peduli kepada mereka, beri aku kekuatan untuk itu.

Ya Allah .... kuatkanlah mereka, sayangilah mereka, berikanlah rezki-Mu kepada mereka agar mereka bisa tersenyum menyambut pagi dengan selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau beri.

Selasa, 28 April 2009

Hal-hal Yang Menghalangi Ma'rifatullah

Ada beberapa hal yang mengahalangi seseorang mengenal Allah, diantaranya :

  1. Bersandnar kepada panca Indra (2:55, 4:153).
  2. (2:55)

    Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang [50], karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya [51]".

    [50] Maksudnya: melihat Allah dengan mata kepala.

    [51] Karena permintaan yang semacam ini menunjukkan keingkaran dan ketakaburan mereka, sebab itu mereka disambar halilintar sebagai azab dari Tuhan.

    (4:153)

    Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata : "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi [374], sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma'afkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.

    [374] Anak sapi itu dibuat mereka dari emas untuk disembah.

    Mereka tidak beriman kepada Allah dengan dalil tidak melihat Allah, padahal banyak hal yang tidak bisa mereka lihat tetapi mereka meyakini akan keberadaannya seperti; gaya gravitasi bumu, arus listrik, akal pikiran, dan sebagainya.

  3. Kesombongan (7:146).
  4. (7:146)

    Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku) [569], mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.

    [569] Yang dimaksud dengan ayat-ayat di sini ialah: ayat-ayat Taurat, tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah.

    Kesombongan menghalangi mereka untuk mengenal Allah, walaupun telah diperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Allah tetapi mereka tetap mengingkari sehingga datang azab Allah.

  5. Lengah (21:1-3).
  6. (21:1)

    Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).

    (21:2)

    Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qur'an pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,

    (21:3)

    (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu [952], padahal kamu menyaksikannya?"

    [952] Yang mereka maksud dengan sihir di sini ialah ayat-ayat Al Qur'an.

  7. Bodoh (2:118).
  8. (2:118)

    Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

  9. Ragu-ragu (6:109 - 110).
  10. (6:109)

    Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mu'jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: "Sesungguhnya mu'jizat-mu'jizat itu hanya berada di sisi Allah". Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mu'jizat datang mereka tidak akan beriman [497].

    [497] Maksudnya: orang-orang musyrikin bersumpah bahwa kalau datang mu'jizat, mereka akan beriman, karena itu orang-orang muslimin berharap kepada Nabi agar Allah menurunkan mu'jizat yang dimaksud. Allah menolak pengharapan kaum mu'minin dengan ayat ini.

    (6:110)

    Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quraan) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.

  11. Taqlid (5:104, 43:23).

(5:104)

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ?.

(43:23)

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".

Mudah-mudahan kita semua menyadari dan terhindar dari sifat-sifat yang dapat menghalangi kita dalam mengenal Allah, amiin.

1