Uah ..SelaMAt Pagi dunia ......
Hari ini cukup melelahkan sepertinya ... jadwal yg padat membuat aq enggan beranjak dr kamarku. Selepas sholat shubuh dan tilawah ... aku langsung membaringkan badanku yang agak demam krn terlalu capek. Tiba-tiba aq terbawa ke alam bawa sadarku, tenang .... sejuk ... dan .......kring ..... aq dikejutkan oleh suara alarm yg menunjukkan pukul 06.00, aku langsung bergegas mandi biar nggak telat ke kantor.
Tepat jam 07.10 aq menarik kencang-kencang gas motorku, maklum .... anter kakak ke kantor dulu baru deh ... pergi ke kantor. Alhamdulillah sepanjang perjalanan aku masih gemar membaca dzikir, ya ... daripada melakukan sesuatu yg nggak jelas mending ibadah he...he..he... :)
Sepanjang jalan yang aku lalui aku mencoba memahami sesuatu, sesuatu yg membuat aku penasaran akan diriku. Terkadang aku menyalahkan diriku yang terlalu lemah, terlalu berempati dan terlalu lugu sehingga mudah banget dimanfaatkan orang lain. Kenapa mereka tega sama aku ..... padahal aku aja nggak tega lihat kesulitan mereka hiks ..hiks...hiks....
Ah ... Alhamdulillah ..... aku menarik nafas lega
Akhirnya aku sampai juga di kantor, langsung aja aku nyalakan lampu, compi dan AC. Oh .... sejuknya, aku mulai merapikan mejaku yang sedikit acak-acakkan - itu menurutku -
Saat aku mulai duduk di kursiku .... aku mulai membaca SMS yang aku terima dari seorang teman yang jauh disana. Wa ... seneng banget mendengar mereka sekeluarga dalam kondisi sehat :), Semoga Allah melindungi kalian semua. Tanpa berfikir panjang langsung saja aku nyalakan compiku dan mulai membuka beberapa file yang rutin aq buka.
Kring .... Alhamdulillah aku disambut oleh deringan telp dari donatur. Semoga Allah menyertai langkahku hari ini (Amien).
Panorama Negeriku
My country Indonesia
Kamis, 27 Maret 2008
Jumat, 01 Februari 2008
Pintaku
Uah ...
Lelah sekali ....
Aktivitas kemarin cukup menguras energiku, tapi aku bahagia :)
Ya ... setidaknya aku bisa bermanfaat ...
Hari ini aku mengawali hariku dengan sedikit mengernyitkan dahiku, maklum .... perutku lagi error sejak semalam. Tapi aku ingin mengawali hari ini dengan senyuman karena hari yang aku tunggu - tunggu akan tiba (hari libur :) he .. he ... he ...)
Kusempatkan untuk memberikan sedikit perhatianku untuk keluargaku dihari libur walaupun cuma sedikit ;), ya .. setidaknya aku bisa bercanda, tertawa, nge-games bareng, berbagi sampai berebut makanan dengan saudaraku (pokoknya asyik lho ..)
Blom lagi klo kakak ipar aku datang, wa ... tambah rame jadinya :)
Sejenak aku buka album foto semasa aku kecil, terbayang dalam ingatanku saat-saat itu. Tak terasa senyum mengembang di bibir ini disertai dengan airmata yang jatuh. Kenangan itu sangat kuat terpatri dalam ingatan ini.Sekarang kami sudah beranjak dewasa dan kami berharap kami bisa tetap tersenyum seperti saat itu. Aku memandangi foto ayahku yang tampak gagah sebagai awak kapal waktu itu dan menatap foto ibuku yang cantiq dan tegar sebagai seorang srikandi dalam keluargaku. Terlepas dari semua logika, aku sangat bersyukur memiliki mereka. Suka dan duka kami lalui bersama, tempaan demi tempaan kami rasakan dimana tujuan dari semua itu adalah membuat kami lebih mengenal dunia nyata.
Tak terasa usiaku sekarang sudah menginjak 27 tahun, aku menatap semua anggota keluargaku satu persatu. Aku mengamati mereka dengan seksama ..... ternyata kami sudah dewasa. Airmataku berlinang saat menatap foto didinding, disana terpampang foto nenekku. Sosok Srikandi dalam hidupku yang mengajarkan aku banyak hal tentang agama, hidup, kasih sayang, pengabdian, kesabaran, memaafkan dan belas kasih (pokoknya tentang kelembutan karena beliau sangat lembut ......). Srikandi dalam hidupku ada 2 yaitu Nenek dan ibuku, nenekku mengajarkan kelembutan dan ibuku mengajarkan aku tentang ketegaran.
Srikandiku yang satu telah berpulang, dan yang tetap bertahan menemaniku saat ini tinggal ibuku. Kutatap wajahnya yang mulai berkerut, rambutnya yang mulai beruban dan sendi tangan dan kakinya yang mulai ngilu karena asam urat.
Dalam doaku aku meminta agar diberi kesempatan untuk membahagiakan orang yang aku cintai sampai maut memisahkan kami. Duh Gusti .... jadikan hari ini dan hari-hari berikutnya lebih bermaknah, lebih berwarna dan lebih ceriah. Aku ingin mengisi sisa hidupku dengan senyum kebahagiaan, Jadikan kami hamba yang pandai bersyukur atas semua limpahan rahmad dan karunia-MU.
Semoga .... (Amien).
Nb :
Jangan kau tangisi hari ini karena yakinlah bahwa hari esok lebih indah jika kau menatapnya dengan senyuman :)
Lelah sekali ....
Aktivitas kemarin cukup menguras energiku, tapi aku bahagia :)
Ya ... setidaknya aku bisa bermanfaat ...
Hari ini aku mengawali hariku dengan sedikit mengernyitkan dahiku, maklum .... perutku lagi error sejak semalam. Tapi aku ingin mengawali hari ini dengan senyuman karena hari yang aku tunggu - tunggu akan tiba (hari libur :) he .. he ... he ...)
Kusempatkan untuk memberikan sedikit perhatianku untuk keluargaku dihari libur walaupun cuma sedikit ;), ya .. setidaknya aku bisa bercanda, tertawa, nge-games bareng, berbagi sampai berebut makanan dengan saudaraku (pokoknya asyik lho ..)
Blom lagi klo kakak ipar aku datang, wa ... tambah rame jadinya :)
Sejenak aku buka album foto semasa aku kecil, terbayang dalam ingatanku saat-saat itu. Tak terasa senyum mengembang di bibir ini disertai dengan airmata yang jatuh. Kenangan itu sangat kuat terpatri dalam ingatan ini.Sekarang kami sudah beranjak dewasa dan kami berharap kami bisa tetap tersenyum seperti saat itu. Aku memandangi foto ayahku yang tampak gagah sebagai awak kapal waktu itu dan menatap foto ibuku yang cantiq dan tegar sebagai seorang srikandi dalam keluargaku. Terlepas dari semua logika, aku sangat bersyukur memiliki mereka. Suka dan duka kami lalui bersama, tempaan demi tempaan kami rasakan dimana tujuan dari semua itu adalah membuat kami lebih mengenal dunia nyata.
Tak terasa usiaku sekarang sudah menginjak 27 tahun, aku menatap semua anggota keluargaku satu persatu. Aku mengamati mereka dengan seksama ..... ternyata kami sudah dewasa. Airmataku berlinang saat menatap foto didinding, disana terpampang foto nenekku. Sosok Srikandi dalam hidupku yang mengajarkan aku banyak hal tentang agama, hidup, kasih sayang, pengabdian, kesabaran, memaafkan dan belas kasih (pokoknya tentang kelembutan karena beliau sangat lembut ......). Srikandi dalam hidupku ada 2 yaitu Nenek dan ibuku, nenekku mengajarkan kelembutan dan ibuku mengajarkan aku tentang ketegaran.
Srikandiku yang satu telah berpulang, dan yang tetap bertahan menemaniku saat ini tinggal ibuku. Kutatap wajahnya yang mulai berkerut, rambutnya yang mulai beruban dan sendi tangan dan kakinya yang mulai ngilu karena asam urat.
Dalam doaku aku meminta agar diberi kesempatan untuk membahagiakan orang yang aku cintai sampai maut memisahkan kami. Duh Gusti .... jadikan hari ini dan hari-hari berikutnya lebih bermaknah, lebih berwarna dan lebih ceriah. Aku ingin mengisi sisa hidupku dengan senyum kebahagiaan, Jadikan kami hamba yang pandai bersyukur atas semua limpahan rahmad dan karunia-MU.
Semoga .... (Amien).
Nb :
Jangan kau tangisi hari ini karena yakinlah bahwa hari esok lebih indah jika kau menatapnya dengan senyuman :)
Senin, 21 Januari 2008
Perjalananku
Pagi ini aku kembali menjalani rutinitasku setelah 2 hari penuh berkumpul dengan keluargaku. Duh .... senangnya, melihat keponakanku yg semakin pandai membaca dan semakin bertambah kejailannya.
Pagi ini aku langsung mengarahkan sepedaku menuju kantor kakakku, biasa .... aktivitas rutin. Ditengah perjalanan, pandanganku tertuju pada seorang laki-laki tua yg sedang menjual koran diperempatan lampu merah panjangjiwo. Saat itu yang terlintas dalam pikiranku hanya rasa ibah. Begitu berat perjuanagn mereka untuk tetap bertahan hidup ditengah kebisingan dan hiruk pikuk kota besar. Ingin rasanya sejenak berbincang dengan mereka, mengenal mereka lebih dekat dan berusaha memahami mereka tapi lamunanku dibuyarkan oleh bunyi klakson mobil belakang yg menunggu aku.
Saat aku berlalu dari jalan itu, aku kembali berfikir ..... sampai kapan aku akan seperti ini ? Apakah hidupku hanya untuk bekerja,bekerja , dan bekerja guna menghidupi kebutuhan dapurku .... apakah kehidupan ini kekal .....? Hingga aku melalaikan bekalku untuk perjalanan panjangku. Bodohnya aku jika aku menyia-nyiakan semua kenikmatan yang telah diberikan kepadaku, kembali lagi aku terhenti..... tapi bukan karena lampu merah tapi karena ada SMS masuk.
"Kecantikan utama bukanlah wajah yang cantik, pakaian yang bagus. Akhlak yang baik yang bersumber pada iman yang kokoh adalah lebih utama dunia akhirat. Selamat mengisi hari ini dengan beramal sholih." begitu bunyi SMS yang aku terima dari Murabbiku.
SMS itu cukup menyemangatiku untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih baik dari hari ke hari (Terima kasih Ummi .....jangan bosen-bosen ngingetin aku ya ...). Semoga Allah masih memberi aku kesempatan untuk memperbaiki diri dan memberi aku kesempatan untuk mengenal sisi lain kehidupan saudaraku dijalanan.
Ya Allah ... jadikan aku seorang hamba yang pandai bersyukur atas karunia-Mu ...
Pagi ini aku langsung mengarahkan sepedaku menuju kantor kakakku, biasa .... aktivitas rutin. Ditengah perjalanan, pandanganku tertuju pada seorang laki-laki tua yg sedang menjual koran diperempatan lampu merah panjangjiwo. Saat itu yang terlintas dalam pikiranku hanya rasa ibah. Begitu berat perjuanagn mereka untuk tetap bertahan hidup ditengah kebisingan dan hiruk pikuk kota besar. Ingin rasanya sejenak berbincang dengan mereka, mengenal mereka lebih dekat dan berusaha memahami mereka tapi lamunanku dibuyarkan oleh bunyi klakson mobil belakang yg menunggu aku.
Saat aku berlalu dari jalan itu, aku kembali berfikir ..... sampai kapan aku akan seperti ini ? Apakah hidupku hanya untuk bekerja,bekerja , dan bekerja guna menghidupi kebutuhan dapurku .... apakah kehidupan ini kekal .....? Hingga aku melalaikan bekalku untuk perjalanan panjangku. Bodohnya aku jika aku menyia-nyiakan semua kenikmatan yang telah diberikan kepadaku, kembali lagi aku terhenti..... tapi bukan karena lampu merah tapi karena ada SMS masuk.
"Kecantikan utama bukanlah wajah yang cantik, pakaian yang bagus. Akhlak yang baik yang bersumber pada iman yang kokoh adalah lebih utama dunia akhirat. Selamat mengisi hari ini dengan beramal sholih." begitu bunyi SMS yang aku terima dari Murabbiku.
SMS itu cukup menyemangatiku untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih baik dari hari ke hari (Terima kasih Ummi .....jangan bosen-bosen ngingetin aku ya ...). Semoga Allah masih memberi aku kesempatan untuk memperbaiki diri dan memberi aku kesempatan untuk mengenal sisi lain kehidupan saudaraku dijalanan.
Ya Allah ... jadikan aku seorang hamba yang pandai bersyukur atas karunia-Mu ...
Selasa, 08 Januari 2008
Indahnya Beristrikan Seorang Sholihah

Hari itu merupakan hari bahagiaku, alhamdulillah. Aku telah menyempurnakan separo dienku: menikah. Aku benar-benar bahagia sehingga tak lupa setiap sepertiga malam terakhir aku mengucap puji syukur kepada-Nya.Hari demi hari pun aku lalui dengan kebahagiaan bersama istri tercintaku. Aku tidak menyangka, begitu sayangnya Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadaku dengan memberikan seorang pendamping yang setiap waktu selalu mengingatkanku ketika aku lalai kepada-Nya. Wajahnya yang tertutup cadar, menambah hatiku tenang.Yang lebih bersyukur lagi, hatiku terasa tenteram ketika harus meninggalkan istri untuk bekerja. Saat pergi dan pulang kerja, senyuman indahnya selalu menyambutku sebelum aku berucap salam. Bahkan, sampai saat ini aku belum bisa mendahului ucapan salamnya karena selalu terdahului olehnya. Subhanallah.Wida, begitulah nama istri shalihahku. Usianya lebih tua dua tahun dari aku. Sekalipun usianya lebih tua, dia belum pernah berkata lebih keras daripada perkataanku. Setiap yang aku perintahkan, selalu dituruti dengan senyuman indahnya.Sempat aku mencobanya memerintah berbohong dengan mengatakan kalau nanti ada yang mencariku, katakanlah aku tidak ada. Mendengar itu, istriku langsung menangis dan memelukku seraya berujar, “Apakah Aa’ (Kakanda) tega membiarkan aku berada di neraka karena perbuatan ini?”Aku pun tersenyum, lalu kukatakan bahwa itu hanya ingin mencoba keimanannya. Mendengar itu, langsung saja aku mendapat cubitan kecil darinya dan kami pun tertawa.Sungguh, ini adalah kebahagiaan yang teramat sangat sehingga jika aku harus menggambarkanya, aku tak akan bisa. Dan sangat benar apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dunia hanyalah kesenangan sementara dan tidak ada kesenangan dunia yang lebih baik daripada istri shalihah.” (Riwayat An-Nasa’i dan Ibnu Majah).Hari terus berganti dan tak terasa usia pernikahanku sudah lima bulan. Masya Allah.Suatu malam istriku menangis tersedu-sedu, sehingga membangunkanku yang tengah tertidur. Merasa heran, aku pun bertanya kenapa dia menangis malam-malam begini.Istriku hanya diam tertunduk dan masih dalam isakan tangisnya. Aku peluk erat dan aku belai rambutnya yang hitam pekat. Aku coba bertanya sekali lagi, apa penyebabnya? Setahuku, istriku cuma menangis ketika dalam keadaan shalat malam, tidak seperti malam itu.Akhirnya, dengan berat hati istriku menceritakan penyebabnya. Astaghfirullah…alhamdulillah, aku terperanjat dan juga bahagia mendengar alasannya menangis. Istriku bilang, dia sedang hamil tiga bulan dan malam itu lagi mengidam. Dia ingin makan mie ayam kesukaanya tapi takut aku marah jika permohonannya itu diutarakan. Terlebih malam-malam begini, dia tidak mau merepotkanku.Demi istri tersayang, malam itu aku bergegas meluncur mencari mie ayam kesukaannya. Alhamdulillah, walau memerlukan waktu yang lama dan harus mengiba kepada tukang mie (karena sudah tutup), akhirnya aku pun mendapatkannya.Awalnya, tukang mie enggan memenuhi permintaanku. Namun setelah aku ceritakan apa yang terjadi, tukang mie itu pun tersenyum dan langsung menuju dapurnya. Tak lama kemudian memberikan bingkisan kecil berisi mie ayam permintaan istriku.Ketika aku hendak membayar, dengan santun tukang mie tersebut berujar, “Nak, simpanlah uang itu buat anakmu kelak karena malam ini bapak merasa bahagia bisa menolong kamu. Sungguh pembalasan Allah lebih aku utamakan.”Aku terenyuh. Begitu ikhlasnya si penjual mie itu. Setelah mengucapkan syukur dan tak lupa berterima kasih, aku pamit. Aku lihat senyumannya mengantar kepergianku.“Alhamdulillah,” kata istriku ketika aku ceritakan begitu baiknya tukang mie itu. “Allah begitu sayang kepada kita dan ini harus kita syukuri, sungguh Allah akan menggantinya dengan pahala berlipat apa yang kita dan bapak itu lakukan malam ini,” katanya. Aku pun mengaminkannya.* (Kusnadi Assaini/Hidayatullah)
19 Keistimewaan Wanita

1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayangnya yang lebih kuat dari lelaki.
2. Wanita yang Sholichah itu lebih baik daripada 1000 orang lelaki yang sholeh.
3. Barang siapa yang menngembirakan anak wanitanya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takutkan Allah.
4. Barang siapa yang membawa hadiah ( oleh-oleh ) lalu diberikan kepada keluarganya, hendaklah mendahulukan anak wanitanya dari anak laki-laki.
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama Rasulullah SAW didalam Syurga.
6. Barang siapa mempunyai 2 atau 3 anak wanita, atau 2 atau 3 saudara wanita lalu dia bersikap ichsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa dan tanggung jawab maka baginya adalah Syurga.
7. Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak wanitanya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka (Aisyah r.a.).
8. Syurga dibawah telapak kaki Ibu ( Hadits ).
9. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga, maka masuklah dari pintu yang dikehendaki.
10. Wanita yang taat akan suaminya serta menjaga sholat dan puasanya, semua ikan-ikan dilaut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat pada suaminya dan direlakanya.
11. Apabila memanggil akan engkau dua orang Ibu Bapakmu, maka jawablah panggilan Ibumu dahulu.
12. Aisyah r. a. berkata “ Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ? “ Jawab Baginda, “ Suaminya “ Siapa pula berhak terhadap lelaki ? Jawab Rasulullah “ Ibunya “
13. Wanita apabila sholat 5 waktu, puasa 1 bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu Syurga mana saja yang dia kehendaki.
14. Tiap wanita yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T memasukkan dia kedakam Syurga 10.000 tahun lebih dahulu dari suaminya.
15. Apabila seorang wanita mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.
16. Apabila seorang wanita mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T mencatatkan baginya pahal orang yang berjihad pada jalan Allah.
17. Apabila seorang wanita melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
18. Apabila telah lahir anaknya lalu disusuinya, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari pada susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila ibu semalaman tidak tidur karena memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T memberinya pahala seperti memerdekakn 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah.
(Sumber : Edi S. Kurniawan, Muhammad Haryadi
Jumat, 04 Januari 2008
Zubair Ibnul Awwam (Seorang bernilai 1000 orang)
Antara Thalhah dan Azzubair adalah dua serangkai. Bila yang seorang disebut maka yang kedua pun disebut. Mereka sama-sama beriman pada tahun yang sama dan wafat dalam tahun yang sama pula. Kedua-duanya tergolong kesepuluh orang yang "mubasyarin bil jannah".
Awal Masuk Islam
Azzubair masuk Islam dalam usia lima belas tahun dan ia hijrah dalam usia delapan belas tahun sesudah menderita penganiayaan dan siksaan bertubi-tubi karena mempertahankan keimanannya. Pamannya sendirilah yang menyiksanya. Azzubair digulung ke dalam tikar, lalu kakinya digantung diatas dan dibawah kepalanya ditaruh api yang membara. Pamannya berkata, "Kembali kamu kepada penyembahan berhala !" Tapi Azzubair menjawab, "Saya tidak akan kembali kafir lagi sama sekali."
Peperangan pertama antara Syirik dan Iman
Azzubair adalah prajurit dakwah yang menyandang senjata untuk melawan orang-orang yang menghendaki gugurnya dakwah Islamiah selagi dalam kandungan. Kepahlawanannya telah tampak pertama kali pada waktu perang Badar. Dalam peperangan itu, pasukan Quraisy menempatkan pendekarnya dibarisan terdepan yang dipimpin oleh Ubaidah bin Said Ibnul Aash. Dia dikenal sebagi seorang yang paling berani, paling pandai dalam menunggang kuda dan paling kejam terhadap lawan. Kaum Quraisy sengaja menempatkannya di barisan terdepan untuk menantang pahlawan-pahlawan berkuda kaum muslimin. Azzubair segera memandang kearah Ubaidah. Ternyata seluruh tubuhnya berbalut senjata (baju besi) sehingga sulit ditembus dengan senjata. Yang tampak dari Ubaidah hanya kedua matanya saja. Azzubair berpikir bagaimana caranya mengalahkan musuhnya yang berbaju besi itu dan ia menemukan cara yang jitu. Setelah siap, Azzubair terjun kemedan tempur dan terjadilah perang tanding yang seru sekali. Dalam dua kali putaran Azzubair mengarahkan lembingnya kemata Ubaidah dan berhasil menusuk kedua mata itu sampai kebelakang kepalanya. Ubaidah, pendekar Quraisy itu berteriak dan jatuh tersungkur tanpa gerak. Menyaksikan terbunuhnya Ubaidah yang tragis ini, barisan kaum musyrikin ketakutan. Lembing milik Azzubair kemudian diminta oleh Rasulullah SAW. Lembing itu kemudian berada ditangan Abubakar, Umar, Utsman, Ali dan Abdullah ibnu Azzubair meminta lembing itu untuk disimpannya. Terbunuhnya pendekar Quraisy Ubaidah menambah semangat juang Umat Islam dalam setiap peperangan dan mereka selalu dapat memenangkannya.
Rasulullah SAW sangat mencintai Azzubair
Rasulullah SAW merasa bangga terhadap Azzubair, dan ia bersabda : "Setiap nabi mempunyai pengikut pendamping yang setia(Hawari) dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam." Kecintaan Rasulullah SAW kepada Azzubair bukan hanya disebabkan ia anak bibi Rasulullah SAW tetapi karena Azzubair memang seorang pemuda yang setia, ikhlas, jujur, kuat, berani,murah tangan dan telah menjual diri dan hartanya kepada ALLAH. Dia adalah seorang pengelola perdagangan yang berhasil dan hartawan, tapi hartanya selalu diinfakan untuk perjuangan Islam.
Yang pertama Menyambut Panggilan Jihad
Bila diserukan "Hayo berjihad fi Sabilillah", maka ia akan segera menjadi orang pertama yang datang menyambut seruan itu. Oleh karena itulah Azzubair selalu mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah SAW. Selama hidupnya ia tidak pernah absen berjihad. Ketika kaum muslimin mengepung perbentengan bani Quraidah yang kokoh dan sulit dikuasai, Azzubair bersama Ali bin Abi Thalib menyerbu dengan memanjat benteng itu sehingga kaum muslimin dapat memasuki dan menguasai benteng tersebut. Begitu pula kesigapan Azzubair dalam menyambut seruan jihad pada perang Alahzaab dan peperangan lainnya sehingga bila Rasulullah SAW melihatnya, Beliau tersenyum ridho dan gembira, seraya bersabda : :Tiap nabi mempunyai kawan dan pembela setia(Hawari) dan di antara hawariku adalah Azzubair.". Azzubair tercatat dalam rombongan yang pernah hijrah ke negeri Habasyah sebelum hijrah ke Madinah.
Seorang Bernilai Seribu Orang
Ketika Amru Ibnul Aash meminta bala bantuan tentara kepada Amirul Mukminin, Umar Ibnul Khattab untuk memperkuat pasukan memasuki negeri Mesir dan mengalahkan tentara Romawi yang kala itu menduduki Mesir, Umar Ra mengirim empat ribu prajurit yang dipimpin oleh empat orang komandan dan ia juga menulis surat yang isinya : Aku mengirim empat ribu prajurit bala bantuan yang dipimpin empat orang sahabat yang terkemuka dan masing-masing bernilai seribu orang. Tahukah anda siapa empat orang komandan itu ?, mereka adalah Azzubair Ibnul Awwam, Ubadah Ibnu Assamit, Almiqdaad Ibnul Aswad dan Maslamah bin Mukhallid." Ketika menghadapi benteng Babilion, kaum muslimin sukar membuka dan menguasainya. Azzubair Ra memanjati dinding benteng dengan tangga. Lalu ia berseru " Allahu Akbar" dan disambut dengan kalimat tahuid oleh pasukan yang berada diluar benteng. hal ini membuat pasukan musuh gentar, panik dan meninggalkan pos-pos pertahanan mereka sehingga Azzubair dan kawan-kawannya bergegas membuka pintu gerbang maka tercapailah kemenangan yang gilang gemilang pada kaum muslimin.
Wafatnya Azzubair Ra
Ketika terjadi pertempuran hari "Aljamal" antara pasukan yand dipimpin Siti Aisyah Ra dengan pasukan Ali Ra, Azzubair bertemu dengan Ali dan menyatakan dirinya tidak lagi memihak dan akan berusaha mendamaikan kedua pasukan itu. Setelah itu maka diapun pergi. Tetapi dia dibuntuti oelh beberapa orang yang menginginkan berlanjutnya fitnah dan perang. Azzubair ditikam ketika sedang menghadap Allah (dalam keadaan menunaikan shalat).
Awal Masuk Islam
Azzubair masuk Islam dalam usia lima belas tahun dan ia hijrah dalam usia delapan belas tahun sesudah menderita penganiayaan dan siksaan bertubi-tubi karena mempertahankan keimanannya. Pamannya sendirilah yang menyiksanya. Azzubair digulung ke dalam tikar, lalu kakinya digantung diatas dan dibawah kepalanya ditaruh api yang membara. Pamannya berkata, "Kembali kamu kepada penyembahan berhala !" Tapi Azzubair menjawab, "Saya tidak akan kembali kafir lagi sama sekali."
Peperangan pertama antara Syirik dan Iman
Azzubair adalah prajurit dakwah yang menyandang senjata untuk melawan orang-orang yang menghendaki gugurnya dakwah Islamiah selagi dalam kandungan. Kepahlawanannya telah tampak pertama kali pada waktu perang Badar. Dalam peperangan itu, pasukan Quraisy menempatkan pendekarnya dibarisan terdepan yang dipimpin oleh Ubaidah bin Said Ibnul Aash. Dia dikenal sebagi seorang yang paling berani, paling pandai dalam menunggang kuda dan paling kejam terhadap lawan. Kaum Quraisy sengaja menempatkannya di barisan terdepan untuk menantang pahlawan-pahlawan berkuda kaum muslimin. Azzubair segera memandang kearah Ubaidah. Ternyata seluruh tubuhnya berbalut senjata (baju besi) sehingga sulit ditembus dengan senjata. Yang tampak dari Ubaidah hanya kedua matanya saja. Azzubair berpikir bagaimana caranya mengalahkan musuhnya yang berbaju besi itu dan ia menemukan cara yang jitu. Setelah siap, Azzubair terjun kemedan tempur dan terjadilah perang tanding yang seru sekali. Dalam dua kali putaran Azzubair mengarahkan lembingnya kemata Ubaidah dan berhasil menusuk kedua mata itu sampai kebelakang kepalanya. Ubaidah, pendekar Quraisy itu berteriak dan jatuh tersungkur tanpa gerak. Menyaksikan terbunuhnya Ubaidah yang tragis ini, barisan kaum musyrikin ketakutan. Lembing milik Azzubair kemudian diminta oleh Rasulullah SAW. Lembing itu kemudian berada ditangan Abubakar, Umar, Utsman, Ali dan Abdullah ibnu Azzubair meminta lembing itu untuk disimpannya. Terbunuhnya pendekar Quraisy Ubaidah menambah semangat juang Umat Islam dalam setiap peperangan dan mereka selalu dapat memenangkannya.
Rasulullah SAW sangat mencintai Azzubair
Rasulullah SAW merasa bangga terhadap Azzubair, dan ia bersabda : "Setiap nabi mempunyai pengikut pendamping yang setia(Hawari) dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam." Kecintaan Rasulullah SAW kepada Azzubair bukan hanya disebabkan ia anak bibi Rasulullah SAW tetapi karena Azzubair memang seorang pemuda yang setia, ikhlas, jujur, kuat, berani,murah tangan dan telah menjual diri dan hartanya kepada ALLAH. Dia adalah seorang pengelola perdagangan yang berhasil dan hartawan, tapi hartanya selalu diinfakan untuk perjuangan Islam.
Yang pertama Menyambut Panggilan Jihad
Bila diserukan "Hayo berjihad fi Sabilillah", maka ia akan segera menjadi orang pertama yang datang menyambut seruan itu. Oleh karena itulah Azzubair selalu mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah SAW. Selama hidupnya ia tidak pernah absen berjihad. Ketika kaum muslimin mengepung perbentengan bani Quraidah yang kokoh dan sulit dikuasai, Azzubair bersama Ali bin Abi Thalib menyerbu dengan memanjat benteng itu sehingga kaum muslimin dapat memasuki dan menguasai benteng tersebut. Begitu pula kesigapan Azzubair dalam menyambut seruan jihad pada perang Alahzaab dan peperangan lainnya sehingga bila Rasulullah SAW melihatnya, Beliau tersenyum ridho dan gembira, seraya bersabda : :Tiap nabi mempunyai kawan dan pembela setia(Hawari) dan di antara hawariku adalah Azzubair.". Azzubair tercatat dalam rombongan yang pernah hijrah ke negeri Habasyah sebelum hijrah ke Madinah.
Seorang Bernilai Seribu Orang
Ketika Amru Ibnul Aash meminta bala bantuan tentara kepada Amirul Mukminin, Umar Ibnul Khattab untuk memperkuat pasukan memasuki negeri Mesir dan mengalahkan tentara Romawi yang kala itu menduduki Mesir, Umar Ra mengirim empat ribu prajurit yang dipimpin oleh empat orang komandan dan ia juga menulis surat yang isinya : Aku mengirim empat ribu prajurit bala bantuan yang dipimpin empat orang sahabat yang terkemuka dan masing-masing bernilai seribu orang. Tahukah anda siapa empat orang komandan itu ?, mereka adalah Azzubair Ibnul Awwam, Ubadah Ibnu Assamit, Almiqdaad Ibnul Aswad dan Maslamah bin Mukhallid." Ketika menghadapi benteng Babilion, kaum muslimin sukar membuka dan menguasainya. Azzubair Ra memanjati dinding benteng dengan tangga. Lalu ia berseru " Allahu Akbar" dan disambut dengan kalimat tahuid oleh pasukan yang berada diluar benteng. hal ini membuat pasukan musuh gentar, panik dan meninggalkan pos-pos pertahanan mereka sehingga Azzubair dan kawan-kawannya bergegas membuka pintu gerbang maka tercapailah kemenangan yang gilang gemilang pada kaum muslimin.
Wafatnya Azzubair Ra
Ketika terjadi pertempuran hari "Aljamal" antara pasukan yand dipimpin Siti Aisyah Ra dengan pasukan Ali Ra, Azzubair bertemu dengan Ali dan menyatakan dirinya tidak lagi memihak dan akan berusaha mendamaikan kedua pasukan itu. Setelah itu maka diapun pergi. Tetapi dia dibuntuti oelh beberapa orang yang menginginkan berlanjutnya fitnah dan perang. Azzubair ditikam ketika sedang menghadap Allah (dalam keadaan menunaikan shalat).
Abu Hanafi - Pribadi yg seimbang
Abu Hanifah an Nu'man lahir pada tahun 80 H (660 M) dan tinggal di Kufah. Selama hidupnya beliau berhasil melaksanakan tawazzun (keseimbangan). Di samping sebagai seorang faqih dengan kemampuan intelektual yang cemerlang, beliau juga mengkhususkan waktu untuk mencari nafkah dengan berdagang, dan beliau juga ahli ibadah. Beliau dikenal amat pemurah, berbudi pekerti luhur dan suka memuliakan orang lain, tanpa pandang bulu siapa orang tersebut. Disamping itu beliau lebih suka memberi daripada menerima.
Suatu kali Khalifah Abu Ja'far al Manshur, yang terkenal jarang memberi sedekah kepada orang lain, menawarkan harta sebanyak 30.000 dirham kepada Abu Hanifah, namun beliau menolaknya sembari mengatakan, "Wahai Khalifah, aku orang asing di Baghdad, aku tak memiliki tempat yang aman untuk menyimpan harta tersebut. Simpanlah harta itu di Baitul Maal, sehingga jika kelak aku membutuhkannya aku dapat memintanya darimu." Di Kufah, Abu Hanifah dikenal sebagai pedagang yang sangat dipercaya karena sikap amanahnya, kemurahan hati dan kejujuran yang beliau miliki.
Sikap-sikap inilah yang senantiasa menjadikan dagangan beliau laku keras. Dan lewat usahanya ini, Allah menganugerahkan rizki yang melimpah kepada Abu Hanifah. Setiap akhir tahun disisihkannya sebagian dari keuntungannya untuk dizakatkan, dan disumbangkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Abu Hanifah punya mitra dagang bernama Hafs Abdurrahman. Dia inilah yang menjalankan dagangan Abu Hanifah ke para konsumen. Suatu ketika Abu Hanifah menyiapkan dagangan untuknya dengan memberikan wanti-wanti bahwa pada barang dagangannya yang tertentu ada cacatnya. "Jika engkau ingin menjualnya, jangan lupa jelaskan pada para pembeli tentang cacat yang ada pada barang tersebut", pesan Abu Hanifah.
Semua barang tersebut akhirnya terjual habis, namun Hafs lupa memberikan penjelasan kepada para pembeli tentang cacat yang ada pada beberapa barang seperti yang dipesankan Abu Hanifah. Setelah menyadari kesalahannya, Hafs berusaha untuk mencari para pembeli barang tersebut, tapi usahanya itu sia-sia.
Akhirnya masalah tersebut diketahui Abu Hanifah, sehingga beliau juga berusaha mencari para pembelinya. Namun usaha tersebut juga tidak membawa hasiI. Sejak saat itu Abu Hanifah selalu gelisah dan murung. Akhimya untuk menebus kesalahannya tersebut, beliau sedekahkan seluruh hasil penjualan tersebut. Dan karena kekecewaannya terhadap Hats Abdurrahman, sejak saat itu ia memutuskan untuk tidak berhubungan bisnis lagi dengan Hafs.
Demikian mulia sifat dan sikap Abu Hanifah, namun ia selalu merasa masih kurang baik. Sebab ia menganggap sebaik-baik manusia yang patut untuk dijadikan suri teladan adalah Nabi Muhammad, karena itu beliau selalu ingin menyamai dengan akhlak Rasulullah yang sangat agung itu. Dan setiap saat beliau tidak pemah lupa beristightar memohon ampun kepada Allah setiap pagi. Karena ia merasa yakin bahwa tingkah lakunya dan amal perbuatannya masih banyak yang keliru.
Bulletin Al-Maidah, 13 Syawal 1417
Suatu kali Khalifah Abu Ja'far al Manshur, yang terkenal jarang memberi sedekah kepada orang lain, menawarkan harta sebanyak 30.000 dirham kepada Abu Hanifah, namun beliau menolaknya sembari mengatakan, "Wahai Khalifah, aku orang asing di Baghdad, aku tak memiliki tempat yang aman untuk menyimpan harta tersebut. Simpanlah harta itu di Baitul Maal, sehingga jika kelak aku membutuhkannya aku dapat memintanya darimu." Di Kufah, Abu Hanifah dikenal sebagai pedagang yang sangat dipercaya karena sikap amanahnya, kemurahan hati dan kejujuran yang beliau miliki.
Sikap-sikap inilah yang senantiasa menjadikan dagangan beliau laku keras. Dan lewat usahanya ini, Allah menganugerahkan rizki yang melimpah kepada Abu Hanifah. Setiap akhir tahun disisihkannya sebagian dari keuntungannya untuk dizakatkan, dan disumbangkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Abu Hanifah punya mitra dagang bernama Hafs Abdurrahman. Dia inilah yang menjalankan dagangan Abu Hanifah ke para konsumen. Suatu ketika Abu Hanifah menyiapkan dagangan untuknya dengan memberikan wanti-wanti bahwa pada barang dagangannya yang tertentu ada cacatnya. "Jika engkau ingin menjualnya, jangan lupa jelaskan pada para pembeli tentang cacat yang ada pada barang tersebut", pesan Abu Hanifah.
Semua barang tersebut akhirnya terjual habis, namun Hafs lupa memberikan penjelasan kepada para pembeli tentang cacat yang ada pada beberapa barang seperti yang dipesankan Abu Hanifah. Setelah menyadari kesalahannya, Hafs berusaha untuk mencari para pembeli barang tersebut, tapi usahanya itu sia-sia.
Akhirnya masalah tersebut diketahui Abu Hanifah, sehingga beliau juga berusaha mencari para pembelinya. Namun usaha tersebut juga tidak membawa hasiI. Sejak saat itu Abu Hanifah selalu gelisah dan murung. Akhimya untuk menebus kesalahannya tersebut, beliau sedekahkan seluruh hasil penjualan tersebut. Dan karena kekecewaannya terhadap Hats Abdurrahman, sejak saat itu ia memutuskan untuk tidak berhubungan bisnis lagi dengan Hafs.
Demikian mulia sifat dan sikap Abu Hanifah, namun ia selalu merasa masih kurang baik. Sebab ia menganggap sebaik-baik manusia yang patut untuk dijadikan suri teladan adalah Nabi Muhammad, karena itu beliau selalu ingin menyamai dengan akhlak Rasulullah yang sangat agung itu. Dan setiap saat beliau tidak pemah lupa beristightar memohon ampun kepada Allah setiap pagi. Karena ia merasa yakin bahwa tingkah lakunya dan amal perbuatannya masih banyak yang keliru.
Bulletin Al-Maidah, 13 Syawal 1417
Langganan:
Postingan (Atom)