Panorama Negeriku

Panorama Negeriku
My country Indonesia

Kamis, 05 Mei 2011

PENGINGAT

Assalamu'alaikum

Subhanallah .....
Kembali diingatkan oleh Allah SWT akan amalan-amalanku. Begitu indah cara Dia menginggatkan, membuat aku terus belajar akan semua itu. Kejadiannya terjadi saat aku mendapatkan amanah untuk menjadi bendahara Pembangunan Masjid Pondok Pesantren tempat aku bekerja. Kebetulan pondok kami saat itu mendapatkan bantuan dari WAMY untuk membangun masjid, walaupun dananya terbatas tapi kami semua bersemangat mewujudkan terbangunnya masjid. Awalnya semuanya berjalan lancar, tiba-tiba ...... DAR ......petir menyambar begitu kerasnya hingga saluran listrik ditempat kami padam. Setelah listrik kembali menyalah, aku mencoba kembali membuka file penghimpunan dana masjid, Astaghfirullah ...... datanya hilang semua..... kepanikan langsung menyerangku. Bagaimana tidak, data ummat yang hilang.

Alhamdulillah beberapa minggu yang lalu aku sempat melaporkan semua data ke salah satu panitia pembangunan masjid, sehingga itu mampu mengurangi kepanikanku. Beberapa hari aku harus kembali mengingat-ingat beberapa transaksi yang hilang.
Dalam kekalutanku aku hanya bisa berdoa " Ya Allah ..... data keuangan masjid hilang, ada beberapa transaksi yang hilang, bantu aku Ya Allah. Selama aku membawa dana tersebut tak sedikitpun aku campur dana tersebut dengan dana yang lain. Engkau saksiku Ya Allah ...... bantulah aku melewati semua ini.
Berhari - hari aku mencoba mencari data yang hilang sambil berfikir, apa amal ibadahku kurang ??? Ya Allah ..... Ampunilah aku jika memang ternyata amal ibadahku berkurang.

Kejadian ini sempat aku sampaikan ke bagian keuangan yayasan dan pelaksana proyek pembangunan masjid dan Alhamdulillah ternyata mereka mensupport aku agar lebih sabar dan percaya bahwa pertolongan Allah pasti datang.
Satu bulan setelah kejadian itu, kami bertiga (saya, keuangan yayasan & pemimpin proyek) harus membuat LPJ. Alhamdulillah .... setelah data kami bertiga kami satukan ternyata cocok dan tidak ada kekurangan. Ya Allah ...... terima kasih atas bantuan-MU. Aku akan menjadikan ini pelajaran yang berharga.

Senin, 03 Januari 2011

Kekuatan Doa

Seberapa sering kita berdoa ......?
Seberapa banyak doa kita terjawab .........?
Seberapa sering kita berputus asa akan doa yang telah kita panjatkan ........?
Seberapa yakin kita bahwa doa kita akan terjawab ........?

Aku yakin salah satu pertanyaan itu sempat menghinggapi pikiran kita. Apalagi setelah beberapa kali kita berdoa, bisa jadi timbul pertanyaan ini :
Kok Allah nggak mengabulkan doaku ya ...... ????
Kapan ya kira-kira Allah mengabulkan doaku ......????

Saat aku masih kecil, yang aku tau klo kita menginginkan sesuatu kita tak boleh berhenti berdoa dan berusaha. Aku masih ingat betul saat aku kelas 4 SD, aku sangat berharap bisa juara I karena selama ini aku hanya juara 2 & 3. Dalam setiap sholat aku minta "Ya Allah .... aku ingin bisa juara I". Aku juga melakukan beberapa amalan saat itu, berdzikir sebanyak 3000 kali dalam sehari tentunya disertai dengan semangat belajar yang kuat. Alhamdulillah ..... akhirnya aku bisa meraih mimpiku.

Begitu juga saat aku menginjak masa SMA, tentunya saat itu banyak sekali godaan bagi remaja. Mulai dari fashion, pacaran, gaya hidup yang glamor, dll . Untungnya aku terus memegang prinsipku, masa SMA adalah masa untuk mencari ilmu dan memperbanyak saudara. Dalam hal ini bukan berarti aku tidak merasakan "C I N T A" . Aku sempat tertarik dengan kakak kelasku yang menjabat sebagai ketua OSIS, gimana nggak tertarik lha wong anaknya tinggi besar, kulitnya sawo matang, pribadinya bagus, aktif berorganisasi dan cerdas. Tapi aku kembali bersyukur (Alhamdulillah) karena aku memiliki kakak kelas yang selalu mengingatkan aku akan besarnya "C I N T A Allah" kepada kita. Karena itu aku bisa mengesampingkan egoku dan mengubur dalam-dalam rasa itu. Untuk mengobati hati ini aku terus berdoa, berharap jodohku kelak akan seperti yang aku harapkan. Aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Alhamdulillah .... tahun 2010 Allah mengabulkan doaku semasa SMA, Allah memberi aku pendamping yang terbaik.

Dari begitu banyak pengalaman hidupku, aku sadar bahwa setiap doa kita akan terkabulkan jika kita berdoa dengan tulus, bersabar dan terus berusaha. Tinggal menunggu waktunya saja, saat kita mendapatkan nikmat dalam hidup ini, mungkin itu adalah buah dari doa kita atau doa dari orang yang menyayangi kita. Jangan berputus asa dalam berdoa dan terus berusaha tanpa putus asa.
Semoga kisahku bermanfaat karena aku hanya bisa berbagi ilmu dalam tulisanku selain berdoa.
Jangan pernah jenuh untuk berdoa dan tetap bersemangat. Chaiyo ........

Rabu, 27 Oktober 2010

Resep Stik Ubi Kopi


Resep Stik Ubi Kopi

Bahan membuat Stik Ubi Kopi :

  • Ubi manis 100 gram, kukus hingga matang, haluskan

  • Tepung tapioka 200 gram

  • kopi instan 2 sendok teh

  • Gula halus 4 sendok teh makan

  • Telur ayam 1 butir

  • Air 25 ml, sesuaikan

  • Minyak goreng 500 ml

Cara Membuat Stik Ubi Kopi :

  1. Campur ubi manis, tepung tapioka, kopi instan dan gula halus campur hingga rata.

  2. Masukkan telur ayam, tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan dapat di bentuk.

  3. Tipiskan adonan dengan rolling pin diatas selembar plastik

  4. Potong potong adonan dengan lebar 1 cm. Masukkan adonan dalam minyak dingin.

  5. Goreng diatas api kecil hingga stik ubi matang. Angkat dan tiriskan. Sajikan

Untuk 400 gram



Kamis, 03 Desember 2009

Masihkah ada ruang dihatimu .....???

Pagi itu aku melakukan rutinitasku seperti biasa, mengantar kakak kerja dan tak lupa mampir di pom bensin karena bensin dah nipiiiiis banget. Aku melihat sosok anak laki-laki yang beranjak remaja, Didin namanya. dia asyik menawarkan barang dagangannya kepada para pengguna jalan. Semakin aku lihat, semakin aku ingin tau banyak tentang dia.

Kenapa anak seusia dia mau berjualan koran dijalan ?
Kemauan sendiri atau atas perintah orang lain ?

Aku mencoba menyelami anak jalanan seperti dia. Ternyata aku tau banyak hal
1. Tidak semua anak jalanan menakutkan
2. Tidak semua anak jalanan tidak berpendidikan
3. Tidak semua anak jalanan berada dijalanan karena kemauan mereka
4. Tidak semua anak jalanan miskin

Aku bersyukur bisa mengenal didin dan temannya yang sangat bersahaja. Ternyata ..... temannya didin bukan dari keluarga kurang mampu, dia jualan koran dijalanan karena ingin merasakan bagaimana mencari uang. Berbeda dengan didin, dia berada dijalanan agar bisa meneruskan sekolahnya. Mungkin masih banyak anak yang bernasib sama seperti didin atau mungkin lebih parah kondisinya. Seandainya aku bisa memohon kepada-Mu ... ijinkan aku menjadi lebih peduli kepada mereka, beri aku kekuatan untuk itu.

Ya Allah .... kuatkanlah mereka, sayangilah mereka, berikanlah rezki-Mu kepada mereka agar mereka bisa tersenyum menyambut pagi dengan selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau beri.

Selasa, 28 April 2009

Hal-hal Yang Menghalangi Ma'rifatullah

Ada beberapa hal yang mengahalangi seseorang mengenal Allah, diantaranya :

  1. Bersandnar kepada panca Indra (2:55, 4:153).
  2. (2:55)

    Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang [50], karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya [51]".

    [50] Maksudnya: melihat Allah dengan mata kepala.

    [51] Karena permintaan yang semacam ini menunjukkan keingkaran dan ketakaburan mereka, sebab itu mereka disambar halilintar sebagai azab dari Tuhan.

    (4:153)

    Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata : "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi [374], sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma'afkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.

    [374] Anak sapi itu dibuat mereka dari emas untuk disembah.

    Mereka tidak beriman kepada Allah dengan dalil tidak melihat Allah, padahal banyak hal yang tidak bisa mereka lihat tetapi mereka meyakini akan keberadaannya seperti; gaya gravitasi bumu, arus listrik, akal pikiran, dan sebagainya.

  3. Kesombongan (7:146).
  4. (7:146)

    Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku) [569], mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.

    [569] Yang dimaksud dengan ayat-ayat di sini ialah: ayat-ayat Taurat, tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah.

    Kesombongan menghalangi mereka untuk mengenal Allah, walaupun telah diperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Allah tetapi mereka tetap mengingkari sehingga datang azab Allah.

  5. Lengah (21:1-3).
  6. (21:1)

    Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).

    (21:2)

    Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qur'an pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,

    (21:3)

    (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu [952], padahal kamu menyaksikannya?"

    [952] Yang mereka maksud dengan sihir di sini ialah ayat-ayat Al Qur'an.

  7. Bodoh (2:118).
  8. (2:118)

    Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

  9. Ragu-ragu (6:109 - 110).
  10. (6:109)

    Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mu'jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: "Sesungguhnya mu'jizat-mu'jizat itu hanya berada di sisi Allah". Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mu'jizat datang mereka tidak akan beriman [497].

    [497] Maksudnya: orang-orang musyrikin bersumpah bahwa kalau datang mu'jizat, mereka akan beriman, karena itu orang-orang muslimin berharap kepada Nabi agar Allah menurunkan mu'jizat yang dimaksud. Allah menolak pengharapan kaum mu'minin dengan ayat ini.

    (6:110)

    Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quraan) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.

  11. Taqlid (5:104, 43:23).

(5:104)

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ?.

(43:23)

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka".

Mudah-mudahan kita semua menyadari dan terhindar dari sifat-sifat yang dapat menghalangi kita dalam mengenal Allah, amiin.

1

Dalil Yang Menunjukkan Adanya ALLAH

Ada empat hal (dalil, bukti) yang menunjukkan adanya Allah :

Pertama : Fitrah

Sesungguhnya setiap makhluk telah diciptakan dalam keadaan beriman kepada Allah S.W.T. dan Fitrah, tidak akan menyimpan dari Fitrahnya kecuali ada pengaruh luar yang mempengaruhinya. Sabda Rasulullah S.A.W.:

Tidak lahir seorang anak kecuali atas Fitrah. Maka bapak ibunyalah yang membuat ia menjadi Nasrani atau Yahudi atau Majusi (Al Hadits).

Kedua : Dalil Akal

Sesungguhnya akal yang sehat akan mengatakan bahwa seluruh makhluk yang ada di alam ini pasti ada yang menciptakannya, sebab mustahil terjadi dengan sendirinya atau terjadi secara kebetulan (52:35).

(52:35)

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?

Ketiga : Dalil Syar'i

Seluruh kitab-kitab suci samawi yang diturunkan Allah mengajarkan akan adanya Pencipta yang wajib disembah (11:2, 2:21).

(11:2)

agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,

(2:21)

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

Ke-empat : Panca Indra

Di antara dalil yang menunjukkan adanya Allah adalah Panca Indra. Ini bisa kita lihat dari dua segi:

  1. Pengkabulan Do'a (6:63 - 64, 17:67, 10:22 - 23).
  2. (6:63)

    Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"".

    (6:64)

    Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya."

    (17:67)

    Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih.

    (10:22)

    Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo'a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta'atan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur".

    (10:23)

    Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah keni'matan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

  3. Mu'jizat (3:49).
  1. Mu'jizat Nabi Musa (2:60).
  2. (2:60)

    Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) [55]. Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

    [55] Ialah sebanyak suku Bani Israil sebagaimana tersebut dalam surat Al A'raaf (7) ayat 160.

    (7:160)

    Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!". Maka memancarlah dari padanya duabelas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa [576]. (Kami berfirman): "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu". Mereka tidak menganiaya Kami, tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.

    [576] Lihat not 53.

    [53] Salah satu ni'mat Tuhan kepada mereka ialah: mereka selalu dinaungi awan di waktu mereka berjalan di panas terik padang pasir. Manna ialah: makanan manis sebagai madu. Salwa ialah: burung sebangsa puyuh.

  3. Mu'jizat Nabi Isa (5:110).
  4. (5:110)

    (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai 'Isa putra Maryam, ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".

  5. Mu'jizat Nabi Muhammad (54:1).
  6. (54:1)

    Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan [1435].

    [1435] Yang dimaksud dengan "saat" di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mu'jizat Nabi Muhammad s.a.w.

  7. Dan lain sebagainya.