Panorama Negeriku
My country Indonesia
Senin, 11 Agustus 2008
Semangat Pemenang
Semangat pantang menyerahnya dalam mempertahankan prestasi di sekolah dan kegigihannya mengalahkan mistar di arena lompat tinggi menyulut decak kagum semua orang yang mengenalnya. Kekaguman yang tersisa membuat teman-temannya masih melemparkan pujian untuk si pemuda.
Seusai acara reuni, di dalam keremangan kamarnya, ada perasaan yang terasa menyesakkan. Kekaguman dan pujian teman-teman lama serasa tamparan bagi dirinya. Dia menyadari bahwa saat ini dirinya telah gagal mempertahankan semangat pemenangnya meraih prestasi seperti waktu dulu.
"Saat ini pekerjaanku sebagai penjual asuransi sungguh jauh dari memuaskan. Target yang diberikan kepadaku hampir tidak pernah terpenuhi. Padahal kepandaianku bergaul masih sama seperti dulu. Apa yang salah pada diriku sekarang? Ketakutan begitu kuat mencekeramku, takut kalah, takut tidak berhasil, aku takut pada ketakutan itu sendiri! Ditolak sekali saja, aku langsung mundur! Tidak ditanggapinya penawaran yang kubuat, aku langsung tersungkur!
Padahal dulu, tidak ada dalam kamusku kata menyerah! Setiap ada kesulitan, aku. selalu berusaha untuk bertanya dan belajar. Begitu pula dengan olahraga yang kugeluti. Aku akan mencari setiap centimeter kesalahanku untuk memperbaiki dan menyempurnakan lompatanku sehingga aku berhasil menciptakan rekor baru. Entah kemana ambisi dan semangat pemenangku yang dulu?
Aku harus bangkit menjadi diriku yang baru dengan semangat yang sama seperti dulu! Jika dulu aku bisa, sekarang pun aku juga bisa!".
Di keheningan malam itu, dalam lantunan doa dan genangan bias air mata, adalah sebuah jiwa yang tersadar, mohon ridho pada illahi dan berkomitmen untuk bangkit dan menjadi jati dirinya dalam mengarungi kehidupan !
Pembaca yang budiman,
Betapa pentingnya spirit! Betapa pentingnya motivasi, tanpa motivasi seakan akan ilmu yang kita miliki tidak berguna.
Begitu kesadaran dan motivasi muncul, semangat juang spontan terbakar siap menghadapi segala kesulitan dan tantangan apapun yang menghadang!
Tidak mundur karena kegagalan sesaat, pantang putus asa sebelum berhasil. Jika manusia telah menemukan arti motivasi dan tau apa yang menjadi kekuatannya, maka hasil sukses luar biasa selalu dapat tercipta! Mari temukan kelebihan diri! Satukan dengan motivasi niscaya apa yang tidak mungkin menjadi mungkin!
Menembus Keterbatasan
Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.
Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.
Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.
Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"
Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.
Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.
Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok." Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.
Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi "raja" komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia .
Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama.
Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun.
Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.
Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.
BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !
Semoga dapat memacu kita untuk berkarya dimanapun .......
Albert Zhu
Commercial Team Leader TOP
Rabu, 16 Juli 2008
Terapi Hati

Urusan seonggok darah yang bentuknya tak seberapa besar ini sangatlah urgen plus penting banget untuk disimak. Tapi kenapa? Pasalnya baek dan buruk perbuatan anggota tubuh kita yang laen tergantung pada sehat dan nggaknya.
Yap, hati. Menjadi parameter kebaikan dan kejelekan tindak anggota tubuh manusia. Bahkan, jauh-jauh hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memperingatkan kita akan bahaya hati yang sakit.
Memang, hati kita memiliki kondisi dan emosi beragam. Hingga ia berimplikasi kepada keadaan yang bervariasi juga pada empunya dalam sifat , sikap, maupun keadaannya. Ini pula yang disinyalir dalam ayat-ayat Al Qur’an tentang penyakit penjangkit hati. Ada kelalaian, kebutaan, kepalsuan, labilitas, olok-olok, kekarasan, riya’, kemunafikan, dan sederet penyakit lainnya.
Penyakit-penyakit tersebut seringkali menimpa zona dan area penting dalam kehidupan beragama yang menjadi ujian berat ketika menimpa. Dia bisa menjangkiti anak adam dalam hal ibadah, dakwah, ilmu, syahwat, pangkat dan kedudukan, wanita, dan seterusnya. Nah bagi kita yang terjangkit penyakit tersebut kudu dan segera menyembuhkannya. Diantara terapi tersebut adalah:
* Menyempurnakan cinta kepada Allah. Seorang pakar dan ulama Masyhur, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah menyatakan, “Sarana penyembuhan penyakit hati terbesar ialah mengisi hati dengan cinta kepada Allah l. Sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yangberiman lebih cinta kepada Allah.”(Al Baqarah: 165)
* Memurnikan keikhlasan. Ikhlas dalam beramal sangat berbengaruh untuk mendapatkan ketenangan di dalam dada dan kesejukan hati.
* Ittiba yang baik. Artinya kita senantiasa menjadikan panutan kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai uswah dalam segala hal.
* Melazimi dzikrullah. Merupakan sara penting untuk mengambalikan mengembalikan kondisi hati agar kembali sehat dan tenang. Ketahuilah dengan dzikir kepada Allah l. Dengan banyak berdzikir segala kerak di dalam dada akan mencair, dapat mengenyahkan perintang di dalam hati. Adapun jenis dzikir teragung adalah membaca Al Qur’an, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (Muhammad: 24)
Terapi lain. Untuk penyembuhan hati juga bisa di tempuh dengan berbagai terapi seperti; melakukan banyak ketaatan, berdoa, memperdalam ilmu agama.
Itulah bebarapa hal yang terkait dengan fitnah hati dan terapinya. Moga bermanfaat dalam usaha mencapai ridha Ilahi dengan. Amiiin!. (sahibulQolam)
Adapted From: Imtihanul Qalbi, Dr. Nashir bin Sulaiman Al Umar, Darul wathan lin Nasyr, Riyadh 1412 H
Senin, 14 Juli 2008
Selamat Pagi Dunia ......
Seakan-akan kalimat itulah yang ingin disampaikan anak-anak pagi hari ini dengan ceria dan penuh semangat. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah, tentunya mereka bersemangat sekali untuk menjalaninya. Tak terkecuali kedua keponakan aku, biasanya mereka baru bangun jam 04.45 tapi pagi ini mereka bangun jam 04.00. Gaduh .... itu yang aku rasakan dirumah saat itu karena mereka sangat sibuk menyiapkan kebutuhan sekolah mereka, aku yang melihatnya saja jadi ikut bingung mau tak mau harus turun tangan juga. Ternyata bukan hanya mereka yang bingung eyang mereka juga bingung dan berharap mereka segera berangkat agar bisa memilik tempat duduk.
Kalau melihat itu semua aku jadi ingat kenanganku saat pertama kali masuk sekolah. Pertama kali masuk, aku diantar oleh ibuku. Rancuh banget waktu itu karena anak seusia kami pada sibuk sendiri tanpa memperhatikan instruksi dari guru, saat diminta masuk ke kelas bersama orangtua kami langsung berlari mencari tempat duduk. Teman pertamaku bernama "SATRIA", dia peranakan Indo-Belanda. Aku masih ingat betul sosok "Satria" waktu itu, rambutnya yg Pirang kecoklatan, kulitnya yang putih, wajahnya yang manis dan anaknya yang gagah, murah senyum serta baik hati membuat aku senang menjadi teman sebangkunya. Tapi kami duduk sebangku hanya 1 minggu karena guruku waktu itu lebih menyukai anak perempuan duduk dengan anak perempuan dan anak laki-laki duduk dengan anak laki-laki. Walaupun begitu kami masih bisa bermain bersama. Satu bulan sebelum THB - Tes Hasil Belajar - cawu tiga kelas dua dia pamit ... dia mau pindah sekolah karena ayahnya ditugaskan ke daerah lain. Sedih .... pasti karena dia salah satu teman baikku.
Kalau menginggat kejadian itu, aku jadi berfikir .... seperti apa sekarang sosok "Satria"ku, apakah dia tetap semanis yang dulu ..... ???
Ya ... sudah lah ....
Kenangan itu akan selalu aku simpan disini .... didalam ingatanku.
Selamat Pagi Dunia ..... ijinkan aku bersinar secerah mentari
Semangat ....... Allahu Akbar ......
Jumat, 04 Juli 2008
Jangan Menangis Sayang .....
Subhanallah .....Pengalaman yang tak pernah terlupakan adalah saat aku mengasuh keponakanku hingga dia berusia 5 tahun, mengamati perkembangannya laksana seorang ummi mengasuh anaknya. Larasati Nancy Cassya nama keponakanku dan aku lebih suka memanggilnya "Cia". Lima tahun mengasuh dia bukanlah waktu yang mudah, aku banyak belajar dari dia. Tau rasanya bangun malam karena harus bikin susu buat dia, harus menggendong dia seharian karena sakit dan rewel, harus menemaninya bermain, harus memahami keinginan dia, mengajarkan hal-hal yang baru untuk menunjang perkembangan kepribadian dia dan masih banyak lagi.
Walaupun aku bertambah sibuk dengan kehadiran dia tapi aku tak merasa lelah karena setiap kali aku liat senyumnya e ..... capekku jadi hilang deh. Senyum tulusnya membuat aku terus bersemangat dan berusaha memberikan yang terbaik untuk dia. Suatu hari .... saat aku menemaninya bermain tiba-tiba dia melontarkan sebuah pertanyaan yang membuat aku terkejut " Tante..... klo tante nikah, tante ikut suami tante ya ...?
Sambil tersenyum aku menjawab " Iya sayang, kalau tante sudah menikah harus ikut suami tante. Cia kenapa kok tiba-tiba tanya itu ?"
Tiba - tiba dia lari ke kamar dan menangis, aku langsung mengejar dia ke kamar. Aku melihat dia menangis sambil memeluk guling kesayangannya, aku dekati dia, aku belai dia dan aku mulai membuka pembicaraan "Sayang .. kenapa menangis ?" kemudian dia mulai berani menatap aku dan berkata " Kalau tante menikah dan pergi dari sini terus cia sama siapa ?"
Aku langsung memeluknya, mencoba menenangkannya sambil berkata "Cia sayang, kalaupun tante harus pergi kan cia masih punya om dan tante yang lain jadi cia nggak perlu sedih dan takut kesepian. Tante juga akan sering-sering njenguk cia, kan tante sayang sama cia"
Setelah aku memberi dia pengertian, barulah dia bisa tenang dan bisa tidur dengan nyenyak.
Subhanallah .... aku memiliki arti dalam dirinya hingga membuat aku meneteskan air mata. Dia sudah begitu banyak memberi aku pelajaran berharga dan aku juga mendapatkan CINTAnya
Ya Allah ... sayangi dia dan bimbinglah dia menuju jalan-Mu. Kalaupun aku tak mampu mendampinginya hingga dewasa, kelilingi dia dengan orang-orang yang bisa membuat dia selalu dekat pada-Mu. Semoga ... semoga .... dan semoga .... Amien.
Kamis, 19 Juni 2008
Kenangan Kami ........
Engkau masih memberi kami kemudahan untuk berkumpul bersama saudaraku, karena saat itu adalah saat yang sangat indah bagi kami. Kami bisa bercerita tentang masa kecil kami tanpa bosan walaupun berulang-ulang. Aku masih ingat awal pertama kali aku mendengar kalimat "Surga dan Neraka", saat itu terjadi keributan antara aku dan kakak perempuanku
Waktu itu .... usiaku kira-kira 3 tahun, aku sering meminta uang ke ibu sebelum beliau berangkat mengajar. Uang yg aku minta tdk banyak cuma Rp 25 dan lucunya ..... klo aku diberi uang Rp 50 aku langsung menolak karena aku maunya uang Rp 25 :) . Uang yang aku terima dari ibu tak pernah aku buat jajan dan selalu aku simpan dalam sebuah amplop kecil. Jika aku merasa uang yang aku kumpulkan sudah banyak maka akan aku kembalikan uang itu ke ibu " bu ... ini uangku sudah banyak, ini buat ibu ..." ibu selalu tersenyum jika melihat hal itu. Aku tak pernah tau pola pikirku waktu itu, aku melakukan apa yang ingin aku lakukan.
Suatu hari .... kakakku memergoki aku menyimpan uang itu di amplop dan dia memaksa aku untuk memberi dia uang buat jajan. Awalnya aku kasih dia Rp 25 tapi dia kurang puas dan berkata "Pokoknya besok aku minta Rp 50 ....". Mendengar ancaman itu, aku berfikir "Kalau uangku diambil Rp 50 lagi tinggal sedikit dunk .... ah ... lebih baik aku berikan uang ini ke ibu sekarang " dan aku langsung menyerahkan uang itu ke Ibu. Ibu juga heran, karena aku selalu memberi beliau uang 2 kali dalam 1 bulan tapi sekarang baru 1 minggu kok sudah diberikan ... dan aku nggak mau diberi uang jajan lagi.
Keesokan harinya kakak aku ingin membeli mainan - bongkar pasang - dan dia bergegas menemui aku untuk meminta uang. Waktu itu aku bilang saja " Aku nggak punya uang mbak, uang aku sudah aku kasihkan ke ibu" dia tetap nggak percaya dan bilang klo aku bohong, na ..... saat itu kedua kakak laki-laki aku datang dan mendengar pertengkaran kami salah satu dari mereka langsung menggendongku, mereka mencoba melerai pertengkaran kami.
"Ada apa ini, kok berantem ...?" aku langsung menceritakan kejadiannya dan kakak perempuanku yang merasa dikeroyok langsung menangis sambil berteriak " Elly bohoo...ong, katanya mo ngasih aku uang Rp 50 klo nggak dikasih pokoknya masuk Neraka ....."
Na .... itulah awal aku mendengar istilah NerAka
Kedua kakak laki-lakiku langsung membela aku dan mengatakan bahwa aku masih kecil dan belum tau Surga dan Neraka, setelah itu ...... aku langsung berlalu bersama kedua kakak laki-lakiku.
Saat kami kembali mengingat kejadian itu, kami tertawa seakan-akan kami bisa melihat kejadian itu kembali. Ya Allah .... terima kasih atas semua kenangan ini, jagalah kami agar bisa selalu tersenyum dan bersyukur dengan apa yang kami miliki (Amien).
Jumat, 06 Juni 2008
Rahasia Sholat 5 Waktu
Lalu Rasullullah SAW bersabda, 'Silahkan bertanya.'
Berkata orang Yahudi, 'Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'
Sabda Rasullullah saw, 'Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.'
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah saw, lalu mereka berkata, 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan diperoleh oleh orang yang shalat.'
Rasullullah SAW bersabda, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'
Sabda Rasullullah saw lagi, 'Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.'
Selepas itu Rasullullah saw membaca ayat yang bermaksud, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.'
Sabda Rasullullah saw, 'Shalat Isya’ (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.'
Sabda Rasullullah saw seterusnya, 'Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah S.W.T dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan daripada api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah saw, maka mereka berkata, 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (saw). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapakah Allah S.W.T mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'
Sabda Rasullullah saw, 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari.
Sementara diizin makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T kepada makhluk-Nya.'
Kata orang Yahudi lagi, 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperolehi daripada berpuasa itu.'
Sabda Rasullullah saw, 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T, dia akan diberikan oleh Allah S.W.T 7 perkara:
1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan daripada merasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.
7. Allah S.W.T akan memberinya kemudian di syurga.'
Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.'
Sabda Rasullullah saw, 'Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).'
Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).'
Sedikit peringatan untuk kita semua: "Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Surah Al-Baqarah: ayat 155)
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Surah Al-Baqarah: ayat 286)
(Sumber : Edi S. Kurniawan, Muhammad Haryadi, e-mail : Riyadi_albatawy@yahoo.co.id)