Panorama Negeriku

Panorama Negeriku
My country Indonesia

Minggu, 15 Juli 2018

Saat Hidayah Datang Menyapa

Tak pernah kita tau kapan hidayah itu akan datang dan dalam kondisi bagaimana  ia (hidayah) akan datang ...
Dalam semua agama sebuah Hidayah digambarkan seperti sesuatu yang membuat kita tenang, membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya dan yang utama ... semakin mendekatkan kita  dengan pencipta kita (lebih Religi tentunya ).

Kali ini saya akan membawakan sebuah kisah Nyata tentang "Datangnya Sebuah Hidayah" tanpa ada yang bisa menghalangi. Nama pelaku bukan nama sebenarnya.

Mas Bro adalah seorang dokter yang cukup terampil, beliau memiliki begitu banyak pengalaman dalam hal medis. Mas Bro memiliki begitu banyak teman penderita Leukimia karena beliau juga seorang penderita Leukimia. Persahabatannya dengan para penderita leukimia penuh makna karena senantiasa "saling menyemangati" antar penderita. Entah sdh berapa banyak sahabatnya meninggal karena penyakit yg mematikan itu. Suatu hari beliau bertemu dengan salah satu teman seperjuangannya dlm melawan penyakit Leukimia, sebut saja Miss. Dee. Beberapa kali mereka bertukar kabar seputar pengobatan mereka

" Mas Bro..., bulan lalu sdh suntik blom ? Kenapa blom suntik ? Klo nggak ada dana, pakai punya aq aja dulu." kata Miss Dee

" he ..he ...he ..., Aku masih repot ngurusin kerjaan. Terima kasih atas tawarannya." jawab mas bro

" Dalam kondisi kamu saat ini, harusnya kamu jangan capek-capek, klo kemana-mana jangan naik motor, kamu bisa bawa 1 mobil aku buat transportasi kamu biar nggak capek, kebetulan suami aq ngebolehin kok." kata Miss Dee

" Terima kasih, Saya cukup nyaman dengan motor jagoan saya ini." jawab mas bro

Suatu hari Mas Bro dikejutkan dengan sebuah telp. dari suami Miss Dee yang mengabarkan klo Miss. Dee sedang dirawat di RS dan dalam kondisi koma.

" Selamat sore mas Bro, saya suami Miss Dee, saya mau mengabarkan bahwa istri saya sedang diwarat di RS dan sudah 3 hari dalam kondisi koma. Beberapa minggu yang lalu dia sempat titip pesan ke saya, klo ada apa-apa terhadapnya yang harus saya hubungi pertama kali adalah anda mas bro. Tapi karena saya saat itu lupa dan baru ingat  jadinya baru menghubungi anda hari ini." kata suami Miss Dee

" Bisa saya bicara dengan istri anda pak ? Tolong dikeraskan volume suara HP nya pak." kata mas Bro

Langsung saja Hp suami Miss. Dee diletakkan di dekat telinga Miss. Dee yang sedang Koma

" Miss Dee..., ngapain tidur di situ ...ayo cepat bangun. Ingat keluarga kamu, katanya kamu sayang keluarga kamu dan kamu mau berjuang untuk mereka. Ayo cepat bangun, ngapain tidur lama-lama disana. Kamu harus lawan penyakit kamu dan kamu pasti bisa, aq yakin kok." Mas bro menyudahi pembicaraan dengan Miss Dee yg sedang koma kemudian berpesan kepada suaminya Miss Dee jika ada apa-apa dengan Miss Dee diminta segera menghubungi mas bro kembali.

Tidak berapa lama setelah telp itu dimatikan, Miss Dee sadar dari komanya. Tak terbayangkan betapa bahagianya suami Miss Dee melihat istrinya sadar. Miss Dee bercerita kepada suaminya bahwa dia bermimpi bertemu mas bro dan dimarahi habis-habisan, setelah itu dia meminta suaminya untuk menghubungi mas bro karena dia ingin berbicara dengan mas bro.

" Pagi mas bro.."

" Pagi Miss Dee, Alhamdulillah kamu sudah sadar."

" Mas bro, aku tadi mimpi kamu marahin."

" Oya ...?"

"Tapi sebelumnya aku bermimpi didatangi sosok yang memiliki cahaya yang sangat terang, saat itu aku mengira bahwa aku akan mati dan akan bertemu Tuhan. Aku menanyakan 'apa kamu Tuhanku **** ?' Sosok itu menjawab ' Bukan, Aku bukan Tuhan. kemvali Miss Dee bertanya :" Klo **** bukan Tuhan, lalu siapa Tuhanku ? Sosok itu menjawab 'Aku beri kamu kesempatan untuk mencari siapa Tuhanmu'. Setelah itu baru aq bermimpi kamu marahi. Klo **** bukan Tuhan, terus Tuhanku siapa mas bro?" Kata Miss Dee

"Siapa lho Tuhan kamu..? kamu dikasih kesempatan untuk mencari, maka carilah ." jawab mas bro

Setelah berbicara dengan mas bro, dia masih tampak bingung harus kemana mencari Tuhan. Sampai akhirya dia berkata kepada suaminya

" Papi, mami ada 1 permintaan terakhir yang mami harap papi bisa mengabulkannya."

" Apapun itu mami, asal itu bisa membuat mami bahagia."

" Pi, tolong carikan aku seorang Ustadz, aq ingin bersyahadat."

Tampak diwajah suami Miss Dee kebingungan yang sangat karena harus mencari ustadz dimana ...

Saat itu suami miss Dee mendengar sayup-sayup suara Adzan, baru disadari bahwa tidak jauh dari RS ada sebuah Masjid, dia segera bergegas menuju masjid. Saat tiba di depan masjid, dia bingung harus bagaimana menyampaikan permintaan istrinya kepada ustadz yang ada di masjid. Alhamdulillah ada seseorang yang menghampirinya dan menanyakan kepentingan suami Miss Dee mendatangi masjid, dan beliau menceritakan bahwa butuh seorang ustadz untuk membantu istrinya. Dibawalah ustadz tersebut ke RS untuk menemui Miss Dee.

Saat bertemu dengan ustadz tersebut, Miss Dee menyampaikan keinginannya untuk bersyahadat. Dengan bantuan pak ustadz, miss Dee membaca 2 kalimat Syahadat

"Asyhadu allaa illa ha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah"


Selepas Miss Dee mengucapkan 2 kalimat syahadat, beliau langsung menghembuskan nafas terakhirnya.

Saudaraku ...
Kita tidak tau bagaimana akhir hidup seseorang, kita tidak tau apa yang membuat Allah mencintai Miss Dee hingga Allah menganugerahi beliau kematian yang Husnul Khotimah.

Dari sini kita bisa belajar bagaimana kita harus memandang saudara kita, apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik dan apa yang menurut kita buruk juga belum tentu buruk juga menurut Allah.

Mari belajar lebih Bijak



Selasa, 17 Mei 2016

SAAT AKU MULAI MENCARI

Aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana, ayahku bekerja di sebuah pabrik dekat rumah dan ibuku adalah seorang guru. Masa kecilku sangat indah, keseharianku hanya bermain. Aku masih ingat permainan yang sering kami mainkan, ada bendan, gobaksodor, petak umpet, srigendem, cublak-cublak suweng, ular naga, dll. Masa dimana si Unyil adalah tontonan yg sangat dinanti, permainan rakyat merajai, dan krestivitas kami terus diasah. Bagaimana kami nggak kreatif, kondisi kami bukan orang berada, jika kami menginginkan mainan mobil-mobilan maka kami harus mencari kulit jeruk bali untuk diuat mobil-mobilan

Ya Allah, terima kasih karena Engkau berikan aku masa kecil yang sangat indah

Ada sebuah kenangan yang sangat indah dimasa kecilku, saat itu usiaku masih 3 tahun. Aku suka sekali mengamati kegiatan nenekku mulai dari bangus sampai tidur dimalam hari. Ada sebuah rutinitas yang membuat aku bertanya-tanya

" Mbah kenapa sholat ?"
" Kenapa sebelum sholat harus mandi ?"
" Kenapa klo mau melakukan sesuatu harus berdoa ?"
" Apa itu Islam ?"
" Kenapa orang Islam harus sholat ?"
" Klo sholat harus baca apa ?"
" Klo nggak sholat memangnya kenapa ?"

Begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut manis ku waktu itu, Nenekku (Mbak Ti'a) menjawab semua pertanyaanku dengan menggunakan bahasa yang mudah aku mengerti. Setelah aku mendapatkan jawaban dari nenekku, aku mulai mengikuti aktivitas beliau, kami sholat berjama'ah dan melakukan banyak hal bersama-sama.

Waktu itu aku masih belum bisa membaca dan menulis, jadinya aku hanya mengandalkan daya ingatku. untuk menghafal doa yg dibaca saat sholat aku belajar dr mencuri dengar ayah dan nenekku saat sholat. Klo mendengarkan bacaan sholat dari nenek, aku bisa mendengarnya saat sholat disamping beliau. Tapi klo mendengarkan bacaan sholat dari ayah, aku harus rela beberapa saat berada dikolong tempat tidur tanpa ketahuan ayah agar bisa mendengarkan beliau.

Alhamdulillah, karena keingintahuan aku yang cukup besar, aku bisa menghafal 1 surat (Surat Al Fatihah). Saat itulah awal pencarian dan ketertarikanku akan ISLAM.

Semoga Allah senantiasa menjaga iman dlm ISLAM ini agar selalu bersemayam di dalam diri (Aamiin).


Kamis, 10 September 2015

Ku Lihat Air Mata di Pipimu


Pagi itu mendung menyelimuti hatiku
Rasanya ingin menyerah dan berputus asa akan keadaan yang ada
Entah setan mana yang telah merasuki hati kami
Hingga kami merasakan pertikaian akan terjadi

Saat itu hatiku dipenuhi dengan rasa kecewa
Kecewa yang telah lama terpendam
Yang tak pernah aku ungkapkan

Disatu sisi
Kau pun juga merasakan kekecewaan
Yang tak pernah engkau ungkapkan

Pagi itu kita hanya diam
Hingga petir menyambar hatiku
Suara lirihku telah mengguncang hatimu
"Aku telah kehilangan sosok suamiku"

Suaraku telah menyayat hatimu
Hingga air mata mu jatuh berlinang
Tak kuasa melihat sosok yang aku cintai lemah
Air mataku pun jatuh berlinang
Kata Maaf meluncur dari mulut kita masing-masing

Disaat itulah kita saling menceritakan tentang apa yang kita rasakan
Disaat itu kita saling berpelukan
Disaat itu kita saling memaafkan kekhilafan yang ada
Dan disaat itu kita berjanji

Apapun permasalahan yang kita hadapi
Akan kita selesaikan dengan 'Komunikasi'
Semoga Allah menjaga ikatan ini selamanya
Hingga di Surga


(I love you -my husband- because Allah)


Selasa, 08 September 2015



Waktu tak bisa diputar kembali
Karena kejadian saat itu akan menjadi memorie
Kebersamaan kita di Pramuka SMANITA penuh canda dan tawa
Ada juga cerita suka dan duka
Saling menyemangati, saling menguatkan
Persaudaraan dan persahabatan yang tercipta tanpa kepura-puraan
Dan tak akan tergantikan
Miss you my friends
Miss all moment in Pramuka with all of you

" Kami Ambalan Dewi Sartika
Selalu Siap, Tanggap, Tanguh, Tanggon, Trengginas"



Jumat, 24 Oktober 2014

Surat cinta Abi dan Ummi

Saat kau masih menginjak kelas IV SD, kau telah menjadi Yatim. Saat kau menginjak kelas V SD, kau telah menjadi Yatim Piatu. Tak terbayangkan piluh dihatimu nak, mungkin kau akan menyalahkan Allah atas apa yang kau rasa. Mungkin kau akan melampiaskan kekecewaanmu atas apa yang menimpah. Mungkin ..... mungkin .... dan masih banyak mungkin yang ada.

Kami memberanikan diri mengambil tanggungjawab sebagai walimu, hanya berharap agar Allah memberikan kemudahan bagimu menjadi insan yang dicintai Allah. Hanya berharap agar kau mampu membahagiakan kedua orang tua mu. Hanya berharap agar kau bisa membimbing saudaramu yang lain ke arah yang lebih baik. Berharap .... berharap .... dan banyak harapan kami kepadamu.

Maafkan kami sayang, maafkan ummi dan abi yang telah membuatmu berbeda dengan saudaramu. Ummi dan abi hanya ingin yang terbaik bagimu. Walaupun kau tidak terlahir sebagai anak kandung kami, tapi kami menyayangimu sepenuh hati.
Beberapa bulan lagi kau akan lulus SMP sayang, maafkan ummi dan abi jika kau kembali ummi kirim ke pondok pesantren. Bukannya ummi dan abi ingin menjauh darimu, bukannya ummi dan abi membencimu, tapi semua ini wujud sayang ummi dan abi. Ummi berharap kau menjadi pemuda yang dicintai Allah, ummi berharap kelak kau mampu mempertanggungjawabkan usia remajamu dihadapan Allah. Ummi berharap kau mempu menjadi pemuda yang kuat, yang sholeh, yang lebih baik dari kami.
Ya Allah ....
Berikanlah kemudahan dan kekuatan kepada putra kami dalam merengguh cinta-Mu. JAdikanlah dia insan yang selalu merindukan-Mu, merindukan ayat-ayat cinta dari-Mu, merindukan Rasul-Mu dan menjalankan apa yang menjadi perintah-Mu hingga ajal menjemput. Semoga kau merasakan kasih sayang kami nak, semoga .....


Dari Abi dan Ummi yang selalu menyayangimu

Kisah Isra' dan Mi'raj ke Langit dan Shalat Fardlu Lima Waktu

Abu Dzar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Pada suatu malam terbuka atap rumahku di Makkah, lalu turun Jibril, dan membelah dadaku, kemudian membasuhnya dengan air zamzam, kemudian ia membawa bejana emas yang berisi hikmat dan iman lalu dituangkan ke dalam dadaku, lalu ditutup kembali.
Kemudian ia membimbing tanganku dan menaikkan aku ke langit dunia, dan ketika sampai di langit, Jibril berkata kepada penjaganya: Bukalah.  Lalu ditanya: Siapakah itu?  Jawabnya: Jibril.  Lalu ditanya: Apakah engkau bersama orang lain?  Jawabnya: Ya, bersamaku Muhammad saw.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya : Ya.
Ketika telah dibuka, kami naik ke langit dunia, tiba-tiba bertemu dengan orang yang duduk, sedang di kanan dan kirinya tampak sekumpulan orang, bila ia melihat ke kanan tertawa, tetapi bila melihat ke kiri menangis, maka ia menyambut: Marhaban (selamat datang) nabi yang saleh dan putra yang saleh.
Aku bertanya kepada Jibril: Siapakah itu?  Jawabnya: itu Adam a.s., sedang sekumpulan orang yang di kanan kirinya adalah anak cucunya, yang di kanan ahli surga dan yang di krinya ahli neraka, karena itu ia tertawa bila melihat ke kanan, dan menangis bila melihat ke kirinya.
Kemudian dinaikkan ke langit ke dua, dan minta buka pada penjaganya, juga dikatakan oleh penjaganya sebagaimana langit pertama, lalu dibuka.
Anas r.a. berkata: Maka menyebut bahwa di langit-langit itu telah bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, Ibrahim a.s. tetapi tidak dijelaskan tempat masing-masing, hanya menyebut bahwa Adam di langit pertama dan Ibrahim di langit ke enam.
Anas r.a. berkata:  Ketika Jibril bersama Nabi Muhammad saw.  berjumpa dengan nabi Idris maka disambut: Marhaban (Selamat datang) nabi yang saleh dan saudara yang saleh.  Lalu aku tanya: Siapakah ini?  Jawabnya: Ini Idris.  Kemudian melalui Nabi Musa juga disambut: Marhaban nabi yang saleh, dan aku bertanya: Siapakah ini?  Jawab Jibril: Itu Musa.  Lalu melalui Isa, juga menyambut: selamat datang nabi yang saleh dan saudara yang saleh. Ketika aku tanya: Siapakah itu?  Jawab Jibril: Itu Isa a.s.  Kemudian melalui Ibrahim, juga menyambut: Selamat datang nabi yang saleh dan putra yang saleh. Lalu aku bertanya: Siapakah itu?  Jawab Jibril: Itu Ibrahim a.s.
Kemudian aku dibawa naik  sehingga ke atas mustawa, dimana aku mendengar suara kalam yang tercatat di lauh mahfuzh. Maka Allah mewajibkan atas umatku lima puluh kali shalat. Lalu aku kembali membawa perintah kewajiban itu sehingga melalui Musa, maka ia bertanya: Apakah yang diwajibkan Tuhan atas umatmu?  Jawabku: Lima puluh kali shalat. Langsung ia berkata: Kembalilah kepada Tuhan untuk minta keringanan, sebab umatmu takkan kuat melakukan itu. Maka aku kembali kepada Tuhan minta keringanan dan diringankan setengahnya.
Tetapi Musa tetap berkata: Mintalah keringanan karena umatmu tidak akan kuat, maka kembali aku minta keringanan kepada Tuhan dan mendapat keringanan setengahnya. Tetapi Musa tetap menganjurkan supaya minta keringanan karena umatmu tidak akan kuat melakukan itu, maka kembalilah aku minta keringanan kepada Tuhan, sehingga Allah berfirman: Itu hanya lima kali dan nilainya sama dengan lima puluh, tidak akan berubah lagi putusanku.   Maka aku kembali kepada Musa dan Musa tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi aku jawab bahwa aku malu kepada Tuhan.
Kemudian aku dibawa ke sidratul muntaha yang diliputi oleh berbagai warna sehingga aku tidak mengerti apakah itu.
Kemudian aku dimasukkan ke surga, yang kubah-kubahnya terbuat dari mutiara dan tanahnya kasturi (misk).  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITSIMANISLAMSHALATWAHYU10

Kisah turunnya Wahyu Pertama Rasulullah SAW


Ummul mukminin, Aisyah r.a. berkata: Pertama turunnya wahyu kepada Nabi saw. berupa mimpi yang baik dan tepat,  setiap bermimpi pada waktu malam, maka terjadilah mimpi itu pada esok harinya bagaikan pastinya terbitnya fajar Subuh.   Kemudian ia menjadi senang menyendiri di gua Hira, di sana ia beribadah beberapa hari dengan malamnya sebelum kembali kepada istrinya untuk mengambil bekal dan kembali ke tempat khalwatnya, kemudian kembali kepada istrinya Siti Khadijah dan mengambil bekal pula seperti semula, sehingga tibalah masa turunnya wahyu yang haq ketika Nabi di gua Hira.  Maka datanglah Malaikat dan menyuruhnya: Iqra’ (bacalah).   Nabi saw. berkata:  Ma ana biqaari’ (Aku tidak dapat membaca),  tiba-tiba malaikat mendekapnya sehingga habis tenaganya, kemudian dilepas dan diperintah: Iqra’ (bacalah).  Dijawab:  Ma ana biqaari’ (Aku tidak dapat membaca).  Maka dibekap untuk kedua kalinya sehingga terasa payah, kemudian dilepas dan diperintah: Iqra’ (bacalah).  Dijawab :  Ma ana biqaari’ (Aku tidak dapat membaca), maka dibekap untuk ketiga kalinya, kemudian dilepas dan diperintah  Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaqa, khalaqal insana min ‘alaq, iqra’ wa rabbukal akram. (Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan, menjadikan manusia dari sekepal darah, bacalah dan Tuhanmu yang termulia).
Maka kembalilah Rasulullah saw. dengan hati yang gemetar, sehingga sampai ke rumah Khadijah binti Khuwailid r.a. dan berkata:  Selimutilah aku (zammiluni, zammiluni),  lalu diselimuti dan ditenangkan hingga hilang rasa takut dan gemetarnya, lalu Nabi saw. bersabda kepada Khadijah sesudah menceritakan semua kejadian yang dialaminya:  Aku khawatir atas diriku.  Jawab Khadijah untuk menenangkan hatinya:  Tidak, jangan khawatir. Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan engkau untuk selamanya. Engkau selalu menghubungi famili, senang menanggung kesukaran yang berat, membantu orang yang fakir miskin, menjamu tamu, dan membantu meringankan penderitaan yang hak.
Kemudian Khadijah membawanya ke rumah Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza sepupu Siti Khadijah. Waraqah adalah seorang yang telah masuk Nasrani di masa Jahiliah, dan biasa menulis injil yang berbahasa Ibrani, dan ia seorang yang telah tua bahkan buta, maka berkata Khadijah:  Hai anak pamanku, dengarkanlah apa yang diutarakan oleh keponakanmu ini.  Waraqah berkata:  Hai keponakanku apakah yang telah engkau alami?  Maka Nabi saw. memberitakan semua yang dialami dan dilihatnya.  Lalu berkata waraqah:  Itu malaikat yang telah diturunkan oleh Allah kepada Musa.  Aduhai andaikan aku masih muda dan kuat, semoga aku masih hidup ketika engkau diusir oleh kaummu.  Nabi saw. bertanya:  Apakah mereka akan mengusirku?  Jawab Waraqah:  Ya, tiada seorangpun yang mengajar kepada kaumnya seperti ajaranmu itu melainkan dimusuhi, dan sekiranya aku mendapati saat itu pasti aku akan membantumu dengan bantuan yang memuaskan dan gemilang.  (Bukhari, Muslim).
Kemudian     :
Ditulis dalam HADITSIMANISLAMWAHYU

Kamis, 16 Oktober 2014

Idan Bergaya

Idan lagi belanja sama mas jabar
Semua Cucu eyang kakung minta ikut jalan2
Idan lagi main sama mas fadlan & mas jabar
Idan lagi naik odong2

Idan naik sepeda
Idan sama om Akbar

Semakin hari kamu semakin pinter nak, semoga kamu menjadi anak yang sholeh

Senin, 22 September 2014

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN


Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

روى البخاري رحمه الله عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر - قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء 

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun".

وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد 

وروى ابن حبان رحمه الله في صحيحه عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أفضل الأيام يوم عرفة.

"Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid".

MACAM-MACAM AMALAN YANG DISYARIATKAN

1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain : sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة 

"Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga".

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. Disebutkan dalam hadist Qudsi :

الصوم لي وأنا أجزي به ، انه ترك شهوته وطعامه وشرابه من أجلي

"Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku".

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

"Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun". [Hadits Muttafaqun 'Alaih].

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده .

"Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala.

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ 

".... dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ...". [al-Hajj/22 : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد 

"Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid". [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha', tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah".

Dianjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah.

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ

"Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu ...". [al-Baqarah/2 : 185].

Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama, yaitu dengan berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dengan satu suara (koor). Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adalah masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do'a, kecuali karena tidak mengerti sehingga ia harus belajar dengan mengikuti orang lain.

Dan diperbolehkan berdzikir dengan yang mudah-mudah. Seperti : takbir, tasbih dan do'a-do'a lainnya yang disyariatkan.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta'atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

ان الله يغار وغيرة الله أن يأتي المرء ما حرم الله علي

"Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits Muttafaqun 'Alaihi].

5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur'an, amar ma'ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama'ah ; bagi selain jama'ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta'ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما 

"Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu". [Muttafaqun 'Alaihi].

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu 'anha bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره 

"Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya".

Dalam riwayat lain :

فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي 

"Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban".

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه

"..... dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan...". [al-Baqarah/2 : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama sepuluh hari.

10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ; memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.

والله الموفق والهادي إلى سواء السبيل وصلى الله على محمد وآله وصحبه وسلم .

صدرت بأذن طبع رقم 1218/ 5 وتاريخ 1/ 11/ 1409 هـ
صادر عن إدارة المطبوعات بالرئاسة العامة لإدارات البحوث العلمية والإفتاء والدعوة والإرشاد
كتبها : الفقير إلى عفو ربه
عبدالله بن عبدالرحمن الجبرين
عضو ا

[Disalin dari brosur yang dibagikan secara cuma-cuma, tanpa no, bulan, tahun dan penerbit. Artikel dalam bahasa Arab dapat dilihat di http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm]

Kamis, 28 Agustus 2014

Idan Imoet 2014


Idan lagi makan sama eyang kakung Jakarta



Idan lagi main sama om Akbar



Idan lagi mainan




Idan lagi mijitin eyang kakung jakarta








Rabu, 27 Agustus 2014

Umat Terbaik


''Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.'' (QS Ali-Imran: 110).

Para ulama menafsirkan ayat tersebut kepada satu kata yang membuat umat Islam ini dinobatkan sebagai umat terbaik dari keseluruhan umat, yaitu dakwah. Maksudnya, saling mengajak untuk sama taat kepada Allah SWT (yaitu melakukan amar ma'ruf nahi munkar, yang disertai keimanan kepada Allah SWT, red).

Sejauh mana umat Islam peduli kepada sesama manusia, terlebih kepada sesama Muslim, maka sejauh itu pula pertolongan Allah SWT akan datang kepadanya. Jika sebaliknya, maka umat Islam justru akan merasakan berbagai musibah dan bencana.

''Hendaklah kamu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Jika tidak, maka Allah SWT akan menguasakan atasmu orang-orang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik di antara kamu berdoa dan tidak dikabulkan (doa mereka).'' (HR Abu Dzar).

Suatu ketika Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW, ''Jika Allah menurunkan azab di muka bumi ini, apakah azab itu akan menimpa orang-orang yang salih juga, seperti orang yang bersalah ditimpa azab?''

Rasulullah SAW menjawab, ''Ya! Azab akan menimpa semua orang di dunia ini, tetapi pada hari kiamat orang yang salih akan dipisahkan dari orang yang bersalah.'' (Fadhail A'mal).

Inilah hakikat makna yang sesungguhnya dari pertalian persaudaraan sesama Muslim. Yakni, adanya rasa sedih bila melihat saudaranya belum mau menaati perintah Allah SWT, ada kerisauan yang mendalam akan kemurkaan Allah SWT kepada mereka.

Kemaksiatan, pada saat sekarang ini sudah menjadi pemandangan yang lazim di mana-mana. Padahal, kalau kita diam saja, dan bahkan tidak merasakan kesedihan dalam hati, sesungguhnya kita sedang mengundang bencana yang pedih kepada diri sendiri yang datangnya dari Zat Yang Maha Menguasai seluruh kehidupan ini, yaitu Allah SWT.

''Tidaklah seseorang melakukan perbuatan-perbuatan maksiat dan ia berada dalam suatu kaum, namun kaum itu tidak mencegahnya walaupun mereka mampu, melainkan Allah SWT akan menimpakan bencana yang pedih ke atas kaum itu sebelum mereka mati.'' (HR Abu Daud dan Ibnu Majah-Attarghib).

Maka sudah jelas bagi kita, inilah sumber berbagai musibah, bencana, dan malapetaka yang berturut-turut datang silih berganti di negeri ini. Yaitu, kelalaian kita yang terus-menerus justru berkubang dalam sikap egois, membangun ketidakpedulian kepada saudara-saudara kita yang masih berani menentang perintah Allah SWT.

Semoga Allah SWT memberi kekuatan untuk merajut kembali hakikat persaudaraan yang kian hari kian menipis di relung-relung kalbu umat ini, agar kita semua mendapat ridha Allah SWT.

(Arif Abi Naufal, Republika- Hikmah )

Belajar dari ketakutan

Bismillah .....
Kalimat itu yang selalu aku ucapkan saat melakukan sesuatu - walaupun terkadang sesekali lupa :) tentunya tanpa sengaja. Kali ini aku ingin menceritakan tentang pengalaman belajar yg menyenangkan dan cukup efektif bagiku. Sore itu aku tanpa sengaja melihat chanel TV yg memuat kisah tentang Islam KTP, kisahnya lucu, menggemaskan dan penuh hikmah. Ada adegan yg membuat aku langsung tersadar akan tabungan amalku. Saat itu ada seorang pencopet yg mencari Allah dan di akhir kehidupannya dia bisa tersenyum dengan lepas saat akan melakukan sholat dhuhur disebuah musholla.

Dari adegan itu aku mulai merasakan ketakutan akan siksa Allah yang teramat pedih. Aku sadar akan semua dosaku yang teramat banyak dan mungkin tak akan bisa ditulis walaupun air samudra menjadi tintanya. Aku hanya bisa terduduk lemas dalam sholatku, membayangkan bagaimana akhir kehidupanku. Dalam doaku aku menangis sejadi-jadinya berharap agar Allah berkenan memaafkanku, berkenan menuntunku dan selalu menjaga hatiku agar tak lepas dari-Nya. Aku yakin bahwa ajal tiap manusia pasti datang tanpa terkecuali aku dan semua itu sudah ditentukan.
Ketakutan itu semakin besar saat aku akan berangkat tidur, takut jika aku tak akan pernah bangun lagi.
Aku takut saat waktu itu tiba aku belum menyiapkan semuanya.
Aku takut saat waktu itu tiba nikmat keimanan ini diambil pemiliknya.
Aku takut saat waktu itu tiba aku belum berbuat banyak untuk ummat dan jalan dakwah ini.
Aku takut saat waktu itu tiba aku belum bisa membahagiakan orang tuaku
Aku takut saat waktu itu tiba aku belum bisa menyiapkan bekal untuk keluargaku
Begitu besar ketakutanku
Aku takut, aku takut, aku takut ya Allah .....
Walaupun sebenarnya aku rindu bertemu dengan Engkau
Aku ingin mengakhiri hidup ini dengan senyuman
Senyum keikhlasan karena telah menuntaskan semuanya secara maksimal

Aku sadar bahwa aku hanya seorang hamba yang penuh dengan dosa, aku hanya bisa meminta dalam doa dan terus berusaha tanpa putus asa. Semoga Allah mendengar doaku dalam setiap nafasku. Aku tak akan menyerah ..... aku akan berusaha semampuku untuk terus menjadi lebih baik, aku akan belajar mengesampingkan egoku. Aku yakin Allah akan selalu bersamaku dan dekat denganku selama aku terus mengingat-Nya dalam setiap desah nafasku. Aku berharap hidupku lebih berarti, lebih berwarna dan lebih ceria dari yang aku bayangkan. Dalam doaku ..... aku berharap Allah senantiasa merakhmatkan nikmat iman dalam hidupku. Amin

Selasa, 19 Agustus 2014

Tipisnya Batas Keikhlasan

Assalamu'alaikum

Hari ini aku memiliki kisah yang mungkin bisa kita ambil hikmahnya. Kisah tentang tipisnya batas keikhlasan.
Mmmm .... kita mulai dari mana ya ....?

Saat itu aku tanpa sengaja mencuri dengar sebuah pembicaraan (mendengarnya nggak sengaja lho ...) yang terjadi diantara temanku. Aku tak tau awal kisah atau asal muasal kisahnya tiba-tiba terlontar dari bibir salah satu temanku itu kalimat " Klo kejadiannya seperti ini aku jadi kecewa. Tau gitu nggak aku bantu. Sebenarnya dia untung lho ... klo nggak ada aku apa jadinya ?". Itulah sepenggal kalimat yang kemudia mengusik hatiku

Astaghfirullah .....
Bukankah dari awal dia sudah meniatkan untuk membantu saudaranya, kenapa sampai terlontar kalimat itu (Sangat disayangkan sekali ). Sesuatu yg diawali dengan niat yang baik akhirnya sia-sia karena kesombongan kita. Tanpa kita sadari sifat sombong itu keluar (Astahfirullah ). Bukankah itu semua sdh menjadi Takdir ? Adakah yang salah jika kita sdh berusaha tapi kita dihadapkan dengan kenyataan yg tdk kita inginkan ?

Aku yakin kedua temanku itu tanpa sengaja melontarkan kalimat tersebut (Semoga Allah mengampuni mereka atas ketidak sengajaan itu). Kita insan manusia tak pernah luput dari salah dan dosa, mari kita bersama berbenah diri agar menjadi insan yg lebih baik dari hari ke hari.


Hijab Pertamaku



Banyak yang bilang " Masa remaja masa paling indah " dan memang itu benar adanya. Melihat remaja yang lain sibuk menoreh masa remajanya dengan banyak aktivitas ( aktivitas yang menunjang akademiknya dan adapula yang mengisinya dengan kesia-siaan ).

Terkadang dengan melihat para remaja itu, angganku kembali ke kenangan masa SMA ku dulu saat aku pertama kali mengenakan hijab.
Keinginan mengenakan hijab sdh sejak lama terpendam dalam diriku, ingin melakukannya tapi terbentur ridho orangtua. Hijab seakan hanya sebuah mimpi yang tak mungkin aku raih tanpa keberanian dan keteguhan iman.

Saat aku selesai melakukan sholat sunnah di masjid, aku didatangi temanku yang baru saja berhijab sebut saja namanya "Purwowati". Dia bertanya kepadaku " Elly, apa masih ada rok abu-abu sumbangan kakak kelas yang longgar, bawahanku ini terlalu pendek dan sempit ? ". Aku menjawab " coba aku cari dulu ya pur " Setelah aku cari di almari ternyata tidak ada, aku menghampiri purwowati sambil berkata " Insya Allah aku carikan ya Pur, semoga besok sudah ada ". Dengan wajah sedikit kecewa dia meninggalkan masjid.

Ya Allah .....
Apa yang bisa aku lakukan agar purwowati bisa berhijab dengan baik ?
Saat otakku berputar tiba-tiba mata ini tertuju ke sebuah topi yang dikenakan temanku, dengan PD-nya aku meminjam topinya.
Apakah kalian tau apayang aku lakukan ?
Aku keliling meminta sumbangan ke teman-teman bahkan para guru. Alhamdulillah dana yang terkumpul cukup untuk membeli bawahan abu-abu. Jujur, saat aku melakukan itu semua seakan urat maluku tercabut, aku tak merasa risih ataupun malu karena yang ada dalam pikiranku saat itu hanya temanku.

Siang itu aku mulai menghitung uang yang sdh terkumpul, Alhamdulillah .... uang yang aku peroleh hanya 2/3 dari harga rok abu-abu tersebut. Sambil tertunduk lemas, aku mencoba berfikir tetang 1/3 sisa kekurangannya. Tiba - tiba kakak kelasku yang bernama mbak Ros menepuk pundakku sambil berkata " Sini aku yang beli roknya dek, klo uangnya masih kurang biar mbak yang menutupi kekurangannya. Apa yang kamu lakukan sdh cukup bagus."
Ya Allah .....
Akhirnya aku bisa tersenyum dengan lega

Keesokan harinya mbak ros langsung menyerahkan rok tersebut kepadaku agar aku bisa memberikannya ke temanku Purwowati. Bergegas aku menuju kelasnya sambil membayangkan dia tersenyum bahagia. Saat aku menemuinya dan menyerahkan rok abu-abu itu, dia mengatakan " elly, sorry ya .... aku sdh dikasih tetanggaku. Ini disimpan saja dilemari masjid, siapa tau ada yang membutuhkan ". Mendengar jawabannya aku berusaha bersikap biasa padahal dalam hatiku sedih.
Ya Allah .... kenapa aku terlambat ......

Sambil tetap membawa bungkusan rok tersebut, aku langsung menuju masjid untuk melakukan sholat Dhuha sekaligus menyerahkan rak itu ke masjid.
Mbak Ros yang kebetulan ada dimasjid lalu menghampiri aku. " Dek Elly, kenapa roknya dikembalikan ? Rok itu buat kamu saja, bukankah kamu juga ingin berhijab ?"
Sambil mengangguk aku berkata " Tapi orang tua aku nggak mengijinkan mbak ?"
Dengan senyumnya yang lembut dia kembali menenangkanku " Bismillah saja dek "

Bismillah .....
Satu minggu kemudian aku memutuskan berhijab. Berbekal kerudung pemberian mbak lina (tetanggaku) dan baju pramuka pemberian kakak temanku (Wahib).
Aku berusaha agar keluargaku tak ada yang tau klo aku berhijab. Berangkat sekolah saat ayah sdh berangkat kerja dan ibu masih didalam kamar mandi. Pulangnya juga begitu, aku lewat pintu belakang terus langsung ke kamar mandi untuk ganti baju. Sebisa mungkin aku tidak keluar rumah karena klo keluar rumah tentunya hijabku harus aku kenakan.

Satu minggu berlalu tanpa ada yang tau, minggu ke-2 aku mulai diuji, ayah dan ibuku tau klo selama ini aku sudah berhijab. Selama 2 bulan aku dimarahi oleh orang tua aku, mereka berharap aku melepas hijabku. Saat itu aku hanya bisa bersabar, diam dan tetap mempertahankan hijabku. Aku sering larut dalam doa-doaku, berharap Allah kembali membantu aku. Setelah 2 tahun aku berhijab barulah orang tua aku bisa menerima keputusanku.

Ya Allah .....
Begitu indah rencana-MU

Andai Saja Kau Tau ....



Semangat pagi ....
Pagi ini aku kembali belajar mengambil hikmah dalam hidupku tentang arti persaudaraan. Siapa saja saudara kita ???
Seseorang yang lahir dari rahim yg sama dg kita = saudara kandung
Seseorang yang lahir dari rahim yg berbeda tapi 1 susuan = saudara sesusuan
Seseorang yang dibawa oleh orang tua tiri kita = saudara tiri
Seseorang yang memiliki iman yang sama = saudara seiman
dll ........

Begitu banyak alasan untuk memiliki banyak saudara
Saudara yang baik adalah saudara yang mau mengerti dan memahami saudara yang lain. Saudara yang baik adalah saudara yang mau berbagi baik suka maupun duka. Saudara yang baik adalah saudara yang menjaga kehormatan saudara yang lainnya. Saudara yang baik adalah ....................(anda bisa menulisnya sendiri)
Saya yakin kita semua punya gambaran tersendiri tentang saudara yang baik karena tak akan cukup halaman ini menggambarkan tentang saudara yg baik, tdk akan perbah cukup.

Terkadang seseorang mencari begitu banyak alasan untuk memutuskan hubungan persaudaraan, kenapa ????
Ada sebuah kisah yang mungkin bisa membuat kita sadar arti sebuah saudara.

Disebuah negeri hiduplah seorang wanita bersama suami, anak dan saudara laki-lakinya. Suatu hari suami, anak dan saudara laki-laki wanita tersebut ditangkap oleh pihak kerajaan dan akan dijatuhi hukuman mati. Begitu sedihnya wanita tersebut hingga dia memohon kepada pihak kerajaan agar membebaskan keluarganya.

Karena rasa ibah sang raja maka sang raja memberikan 1 pilihan. Sang wanita tersebut diminta untuk memilih salah satu dari 3 keluarganya ( suami, anak atau saudara laki-lakinya)untuk diselamatkan. Dengan berat hati wanita tersebut memutuskan untuk membebaskan saudara laki-lakinya. Sang raja terkejut atas pilihan wanita tersebut.Ditanyalah wanita tersebut oleh raja atas jawaban yang diambilnya " Wahai fulannah, kenapa kau ingin membebaskan saudara laki-lakimu ? apakah kau tak sayang kepada suami dan anakmu ?
Wanita tersebut menjawab " Wahai baginda raja, jika saya boleh meminta maka saya meminta semua anggota keluarga saya dibebaskan. Jika paduka raja bertanya apakah saya sayang terhadap mereka, tentunya saya sangat menyayangi dan mencintai mereka. Tapi karena baginda raja meminta saya memilih 1 dari 3 keluarga saya maka saya memilih saudara laki-laki saya karena jika suami dan anak saya meninggal, saya masih bisa menikah lagi dan memiliki anak dari suami saya yang berikutnya. Tapi jika saudara kandung saya meninggal, tak mungkin saya memiliki saudara kandung lagi karena orang tua kami sdh tua rentah."

Mendengar jawaban wanita tersebut akhirnya sang raja membebaskan semua anggota keluarganya

Mungkin dari kisah ini kita akan tau arti sebuah persaudaraan, jangan pernah kita memutuskan tali silaturrahim dengan saudara kita karena hal tersebut sangat dibenci Allah SWT.

Anda engkau tau .... sebenarnya saudara kita sangat menyayangi kita tapi terkadang mereka tidak tau cara mengekspresikannya.

Andai saja kau tau ......





Senin, 05 Maret 2012

pengabdian

Hari itu hatiku menangis mengikuti kisah saudara seimanku yang satu ini. Sebut saja namanya " Yanti ".
Sudah 45 tahun lebih ibu yanti mengarungi kehidupan berkeluarga dengan suaminya. Mereka dikaruniai 6 orang anak. Sejak usia pernikahan mereka 5 tahun sang suami sudah tidak bekerja lagi. Sang suami enggan bekerja jika gaji yg ditawarkan tidak sesuai dengan yg diinginkan. Sejak saat itulah kewajiban mencari nafkah berada ditangan ibu yanti dan mertuanya.

Subhanallah ...
Tanpa mengeluh ibu yanti bekerja dari pagi hingga petang dan tak lupa melakukan kewajibannya sebagai ibu dan istri yg baik. Sang mertua yang ibah melihat menantu perempuannya bekerja seperti itu tak mau tinggal diam, beliaupun juga membantu mencari nafkah dengan berjualan didepan rumah sembari menjaga cucu-cucunya.
Sepanjang perjalanan pernikahannya dengan sang suami tidak jarang ibu yanti mendapatkan perlakuan yg tidak menyenangkan baik fisik maupun psikis. Diusianya yang tak lagi muda, anak ke -5 nya mengambil alih kewajiban itu. Setelah lulus SMA sang anak langsung bekerja menjadi buruh pabrik u/ memenuhi kebutuhan keluarganya dan menyekolahkan adik dan keponakannya.
Sebelas tahun berlalu, sang anak masih terus berbakti kepada orangtuanya walaupun dia dimutasi ke Jakarta. Sebuah kewajaran jika kerinduan kepada orangtuanya sangat dalam, saat sang anak mendapatkan liburan panjang u/ kembali ke kampung halaman, didalam anggannya terbayang senyum kerinduan seluruh keluarga. Sesampainya dirumah, dia  memeluk erat kedua orangtuanya. Saat dia memeluk erat ibunya, sang ayah dilanda cemburu hingga berkata " seperti hewan saja " . Tak urung wanita yang sabar itu menangis, dan kembali si anak dikecewakan oleh sang ayah.

Apakah ini yang namanya pengabdian seorang istri kepada suami ? ketidak adilan diterima tanpa bisa membela diri.
Apakah ini yang dinamakan cinta ? berkorban tanpa pamri meski terus disakiti

Subhanallah ...
Kesabaran ibu yanti tengah diuji Allah SWT.
Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kisah ini

Kamis, 12 Mei 2011

Perubahan Besar

Dalam hidup ini selalu terjadi perubahan, baik besar maupun kecil.
Saat kita masih didalam rahim ibu kita, kita berangsur angsur menjadi lebih baik selama 9 bln.
Saat kita lahir ke dunia ini, kita setahap demi setahap tumbuh semakin besar dan cerdas.
Subhanallah .... semua itu karena kebesaran ALLAH SWT semata

Tanpa kita sadari, langkah kecil dalam hidup kita adalah awal sebuah perubahan yang besar. Bagaimana tidak, dengan kita memberanikan diri melangkahkan kaki kita untuk membuat sebuah keputusan walaupun kecil akan berpengaruh terhadap perubahan dalam hidup kita.
Sebuah kegagalan bukanlah mutlak sebuah kerugian, mungkin saja kegagalan itu adalah awal kesuksesan yang tertunda. Tapi orang cenderung menganggap sinis terhadap sebuah kegagalan, apakah mereka lupa .... saat kita masih kecil saat kita belum bisa berjalan, kita melewati beberapa tahapan dan itu tak lepas dari sebuah kegagalan. Saat belajar berdiri, berapa kalikah kita terjatuh ??
Saat belajar berjalan, seberapa seringkah kita terjatuh ?
Tapi .... saat kita jatuh, kita tak pernah mengeluh. Kita kembali bangkit dan mencoba terus walaupun kita tau akan kembali jatuh dan akhirnya kita bisa berjalan, berlari .....

KEGAGALAN bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, bukanlah sesuatu yang hanya pantas dipandang sebelah mata, karena dengan adanya kegagalan itu kita semakin tau letak kelemahan kita dan akan terus mencoba menjadi insan yang lebih baik.
Kita harus berubah, dan mau berubah. Jika kita tidak mau berubah maka kita yang akan tergerus oleh perubahan zaman. Jangan biarkan zaman menggerus kita, kita harus mampu menorehkan sesuatu yang terbaik dalam hidup kita, agar kelak bisa kita bacakan kisah kita dalam sebuah dongeng penuh hikmah.
Semangat ......

Kamis, 05 Mei 2011

PENGINGAT

Assalamu'alaikum

Subhanallah .....
Kembali diingatkan oleh Allah SWT akan amalan-amalanku. Begitu indah cara Dia menginggatkan, membuat aku terus belajar akan semua itu. Kejadiannya terjadi saat aku mendapatkan amanah untuk menjadi bendahara Pembangunan Masjid Pondok Pesantren tempat aku bekerja. Kebetulan pondok kami saat itu mendapatkan bantuan dari WAMY untuk membangun masjid, walaupun dananya terbatas tapi kami semua bersemangat mewujudkan terbangunnya masjid. Awalnya semuanya berjalan lancar, tiba-tiba ...... DAR ......petir menyambar begitu kerasnya hingga saluran listrik ditempat kami padam. Setelah listrik kembali menyalah, aku mencoba kembali membuka file penghimpunan dana masjid, Astaghfirullah ...... datanya hilang semua..... kepanikan langsung menyerangku. Bagaimana tidak, data ummat yang hilang.

Alhamdulillah beberapa minggu yang lalu aku sempat melaporkan semua data ke salah satu panitia pembangunan masjid, sehingga itu mampu mengurangi kepanikanku. Beberapa hari aku harus kembali mengingat-ingat beberapa transaksi yang hilang.
Dalam kekalutanku aku hanya bisa berdoa " Ya Allah ..... data keuangan masjid hilang, ada beberapa transaksi yang hilang, bantu aku Ya Allah. Selama aku membawa dana tersebut tak sedikitpun aku campur dana tersebut dengan dana yang lain. Engkau saksiku Ya Allah ...... bantulah aku melewati semua ini.
Berhari - hari aku mencoba mencari data yang hilang sambil berfikir, apa amal ibadahku kurang ??? Ya Allah ..... Ampunilah aku jika memang ternyata amal ibadahku berkurang.

Kejadian ini sempat aku sampaikan ke bagian keuangan yayasan dan pelaksana proyek pembangunan masjid dan Alhamdulillah ternyata mereka mensupport aku agar lebih sabar dan percaya bahwa pertolongan Allah pasti datang.
Satu bulan setelah kejadian itu, kami bertiga (saya, keuangan yayasan & pemimpin proyek) harus membuat LPJ. Alhamdulillah .... setelah data kami bertiga kami satukan ternyata cocok dan tidak ada kekurangan. Ya Allah ...... terima kasih atas bantuan-MU. Aku akan menjadikan ini pelajaran yang berharga.

Senin, 03 Januari 2011

Kekuatan Doa

Seberapa sering kita berdoa ......?
Seberapa banyak doa kita terjawab .........?
Seberapa sering kita berputus asa akan doa yang telah kita panjatkan ........?
Seberapa yakin kita bahwa doa kita akan terjawab ........?

Aku yakin salah satu pertanyaan itu sempat menghinggapi pikiran kita. Apalagi setelah beberapa kali kita berdoa, bisa jadi timbul pertanyaan ini :
Kok Allah nggak mengabulkan doaku ya ...... ????
Kapan ya kira-kira Allah mengabulkan doaku ......????

Saat aku masih kecil, yang aku tau klo kita menginginkan sesuatu kita tak boleh berhenti berdoa dan berusaha. Aku masih ingat betul saat aku kelas 4 SD, aku sangat berharap bisa juara I karena selama ini aku hanya juara 2 & 3. Dalam setiap sholat aku minta "Ya Allah .... aku ingin bisa juara I". Aku juga melakukan beberapa amalan saat itu, berdzikir sebanyak 3000 kali dalam sehari tentunya disertai dengan semangat belajar yang kuat. Alhamdulillah ..... akhirnya aku bisa meraih mimpiku.

Begitu juga saat aku menginjak masa SMA, tentunya saat itu banyak sekali godaan bagi remaja. Mulai dari fashion, pacaran, gaya hidup yang glamor, dll . Untungnya aku terus memegang prinsipku, masa SMA adalah masa untuk mencari ilmu dan memperbanyak saudara. Dalam hal ini bukan berarti aku tidak merasakan "C I N T A" . Aku sempat tertarik dengan kakak kelasku yang menjabat sebagai ketua OSIS, gimana nggak tertarik lha wong anaknya tinggi besar, kulitnya sawo matang, pribadinya bagus, aktif berorganisasi dan cerdas. Tapi aku kembali bersyukur (Alhamdulillah) karena aku memiliki kakak kelas yang selalu mengingatkan aku akan besarnya "C I N T A Allah" kepada kita. Karena itu aku bisa mengesampingkan egoku dan mengubur dalam-dalam rasa itu. Untuk mengobati hati ini aku terus berdoa, berharap jodohku kelak akan seperti yang aku harapkan. Aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Alhamdulillah .... tahun 2010 Allah mengabulkan doaku semasa SMA, Allah memberi aku pendamping yang terbaik.

Dari begitu banyak pengalaman hidupku, aku sadar bahwa setiap doa kita akan terkabulkan jika kita berdoa dengan tulus, bersabar dan terus berusaha. Tinggal menunggu waktunya saja, saat kita mendapatkan nikmat dalam hidup ini, mungkin itu adalah buah dari doa kita atau doa dari orang yang menyayangi kita. Jangan berputus asa dalam berdoa dan terus berusaha tanpa putus asa.
Semoga kisahku bermanfaat karena aku hanya bisa berbagi ilmu dalam tulisanku selain berdoa.
Jangan pernah jenuh untuk berdoa dan tetap bersemangat. Chaiyo ........